Rico Waas Buka “Etalase” Medan di Depan Buyer Mancanegara: Kota Multikultur, Unlimited to Explore

redaksi
6 Okt 2026 11:12
Medan News 0 17
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjadikan keberagaman budaya sebagai modal untuk mendongkrak pariwisata dan menggerakkan ekonomi Kota Medan. Di hadapan buyer pariwisata dari Thailand, Malaysia, Singapura hingga berbagai daerah di Indonesia, Rico memperkenalkan Medan sebagai kota multikultur yang kaya destinasi, tradisi dan kuliner.

Hal itu disampaikan Rico saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam.

Menurut Rico, masyarakat Medan yang terdiri atas beragam latar belakang budaya dan agama telah hidup berdampingan secara harmonis. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai produk wisata.

Budaya Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa hingga India, kata Rico, menjadi kekayaan yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Berbagai tradisi dan perayaan keagamaan juga terus hidup di Kota Medan, termasuk Thaipusam, Deepavali dan Imlek.

“Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore,” ujar Rico.

Rico mengatakan Pemko Medan juga tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis pariwisata, di antaranya Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya dan Taman Sri Deli.

Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga diharapkan membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kebudayaan adalah soft diplomacy kita. Bagi Indonesia, kekayaan budaya adalah soft power untuk dipromosikan ke luar negeri,” tegasnya.

Selain budaya, Rico turut menawarkan kekuatan kuliner Medan. Ia menyebut Medan sebagai the city that never sleeps dengan pilihan kuliner yang dapat dinikmati hampir 24 jam.

Aktivitas publik seperti Car Free Day dan Car Free Night juga disebut menjadi ruang yang menghadirkan seni, budaya serta kreativitas anak muda.

Rico bahkan mengajak para buyer dan seller memperpanjang kunjungan mereka di Kota Medan agar memiliki pengalaman yang lebih lengkap.

“Stay one more day di Kota Medan agar memberikan kesan mendalam,” ajaknya.

Ia juga merekomendasikan Gallery Mustika Deli sebagai salah satu lokasi yang dapat dikunjungi untuk melihat produk unggulan UMKM lokal yang telah melalui proses kurasi.

Rico berharap JWB ke-4 tidak berhenti sebagai ajang mempertemukan pelaku industri pariwisata. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu memperluas jejaring, membuka kemitraan dan membawa Medan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya.

Sementara itu, Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis mengatakan JWB ke-4 menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku wisata sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku industri.

Ia menyebut JWB ke depan diarahkan berkembang menjadi produk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

“Ke depannya akan dijadikan paket wisata,” tegas Achmad Fauzi.

Menurutnya, potensi Medan perlu diperkenalkan lebih luas melalui buyer domestik dan mancanegara yang mengikuti JWB, mulai dari budaya, kawasan bersejarah, museum, destinasi wisata hingga kuliner.

JWB ke-4 berlangsung 5-8 Oktober 2026. Selain mengeksplorasi Kota Medan, peserta juga diajak mengenal potensi pariwisata Karo, khususnya Desa Dokan, Merek.

Peserta tidak hanya mengunjungi Desa Dokan, tetapi juga diajak menikmati alam, mengenal budaya dan kuliner serta merasakan keramahan masyarakat setempat. (Reza)