Erosi Sungai Ular Rusak 11 Rumah, Bupati Deli Serdang Siapkan Relokasi Warga

redaksi
2 Nov 2026 23:14
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Sebanyak 11 rumah warga di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, rusak akibat erosi bantaran Sungai Ular setelah banjir pada Kamis (29/10/2026). Mengantisipasi ancaman longsor susulan, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyiapkan relokasi warga ke hunian sementara sebelum nantinya dipindahkan ke hunian tetap.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan memastikan warga yang rumahnya terdampak tidak diperbolehkan kembali menempati kawasan rawan tersebut. Langkah itu diambil setelah ia meninjau langsung kondisi bantaran sungai, Senin (2/11/2026).

Dari hasil peninjauan, pengikisan tanah terjadi di sepanjang bantaran sungai. Lebar sungai yang sebelumnya diperkirakan sekitar 20 meter kini telah mencapai 40 hingga 50 meter. Selain merusak bagian belakang rumah warga, erosi juga menyebabkan badan jalan mengalami keretakan.

“Hari ini saya langsung meninjau saudara-saudara kita yang terdampak longsor di pinggir sungai. Kita lihat memang sudah sepanjang daerah sungai itu mulai tergerus. Sungai ini juga sudah semakin lebar,” ujar Asri.



Dalam peninjauan bersama Danramil 18 Galang Kapten Infanteri Aris, Kapolsek Galang AKP Doli Suryanto Silaban, serta perwakilan Danbrigif 77/RR, Bupati menyampaikan bahwa warga terdampak harus dipindahkan dari kawasan tersebut. Imbauan serupa juga diberikan kepada warga lain yang masih bermukim di sekitar bantaran sungai.

Pemkab Deli Serdang akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PTPN melalui Adolina untuk membahas penyediaan lahan relokasi. Penanganan direncanakan berlangsung bertahap, dimulai dengan pembangunan hunian sementara (huntara), kemudian dilanjutkan ke hunian tetap.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya PTPN Adolina, untuk merelokasi masyarakat. Kita siapkan tempat sementara, kemudian nantinya berlanjut ke hunian tetap. Kita berharap kawasan ini seluruhnya bisa menjadi jalur hijau agar tidak ada lagi korban di kemudian hari,” jelasnya.

Bupati menilai ancaman erosi masih dapat meluas apabila hujan deras kembali terjadi dan debit sungai meningkat. Karena itu, kawasan bantaran yang ditinggalkan warga direncanakan ditata menjadi jalur hijau agar tidak kembali digunakan sebagai permukiman.

Di tengah proses penanganan, Pemkab memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi. Bantuan meliputi makanan, air bersih, pengurusan kembali dokumen kependudukan, serta pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak.

Warga yang mengungsi juga mendapat fasilitas internet dan televisi di tenda hunian sementara agar tetap dapat berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Beberapa ada yang tinggal di rumah saudara. Meskipun di tenda, kita lengkapi semuanya, mulai dari makanan, air bersih, administrasi kependudukan, sampai kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak. Kita berharap masyarakat tetap semangat melanjutkan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Asri menegaskan, persoalan warga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan selama mengungsi. Kepastian tempat tinggal dan keberlanjutan aktivitas masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam proses penanganan.

“Persoalan mereka saat ini adalah tempat tinggal, tetapi aktivitas sehari-hari harus tetap bisa berjalan,” tegasnya.

Pemkab Deli Serdang berharap relokasi tersebut dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga sekaligus mencegah jatuhnya korban apabila erosi kembali mengancam kawasan bantaran Sungai Ular. (Reza)