Rico Waas Siapkan 200 Lokasi Pengungsian, Medan Siaga Banjir

redaksi
31 Okt 2026 09:59
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota Medan menginventarisasi lebih dari 200 lokasi pengungsian untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan. Setiap titik telah dilengkapi nama penanggung jawab dan nomor kontak petugas agar evakuasi warga serta penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat ketika bencana terjadi.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, kesiapsiagaan tersebut diperkuat setelah banjir melanda empat kecamatan di Kota Medan. Saat kejadian, BPBD bersama perangkat kewilayahan langsung disiagakan, terutama di kawasan permukiman dekat aliran sungai. Petugas melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan pangan sementara kepada warga terdampak.

Hal itu disampaikan Rico seusai melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/10/2026). Ia menyebut BPBD juga telah menggelar simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapan personel.

“Intinya sudah mulai bagus. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sudah bisa ready. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kesiapan kita,” kata Rico.



Selain menyiagakan personel, Pemko Medan terus membersihkan saluran drainase melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK). Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Koordinasi lintas instansi juga diperkuat melalui rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah lembaga terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS), BMKG, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Kejaksaan, relawan, serta unsur kedokteran.

Rico juga berencana mengumpulkan para kepala rumah sakit guna memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan apabila banjir memicu kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi karena intensitas hujan pada penghujung tahun diperkirakan cukup tinggi. BMKG pun telah beberapa kali mengeluarkan peringatan cuaca pada 23–30 Oktober 2026.

“Lebih baik kita prepare, lebih baik kita waspada tinggi dibanding dianggap merasa biasa-biasa. Jadi memang harus memantau terus,” tegasnya.

Terkait lebih dari 200 lokasi pengungsian, Rico memastikan setiap titik memiliki penanggung jawab dengan data nama dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Pendataan tersebut juga memudahkan Pemko Medan memantau kondisi lokasi dan jumlah warga yang harus mengungsi jika banjir kembali terjadi.

Dengan data tersebut, koordinasi evakuasi dan penyaluran bantuan diharapkan lebih terarah saat warga harus meninggalkan rumah akibat banjir. (Reza)