PSMS Medan Waspadai Cadenazzi, Eko Purdjianto Bidik Tiga Poin atas PSIS

redaksi
24 Okt 2026 11:05
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PSMS Medan tak punya banyak ruang untuk kembali kehilangan poin. Menjamu PSIS Semarang pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10/2026) pukul 19.00 WIB, Ayam Kinantan membidik kemenangan sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam dua laga terakhir.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, memastikan persiapan tim berjalan baik. Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan yang ingin dimaksimalkan, terlebih PSMS membutuhkan tiga poin untuk menjaga persaingan di papan atas Grup A.

PSMS sebelumnya kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru, kemudian bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang. Dua hasil itu menjadi peringatan bagi skuad Eko agar tidak kembali kehilangan konsentrasi, terutama saat pertandingan memasuki menit-menit krusial.

“Persiapan tim sangat bagus. Masih ada satu sesi latihan sore, dan kami sudah menyiapkan teknik, taktik, serta mental pemain. Semoga besok PSMS bisa menampilkan permainan terbaik dan mendapatkan hasil terbaik,” kata Eko, Sabtu (24/10/2026).



Eko menegaskan, posisi PSIS yang berada satu tingkat di bawah PSMS bukan alasan untuk menganggap enteng lawan. Ia meminta pemain bekerja keras dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.

“Setiap pertandingan adalah final. Kami harus bekerja keras, apalagi ini pertandingan kandang. Dukungan suporter sangat membantu sekali. Kami harus tetap fokus menghadapi PSIS,” ujarnya.

PSMS kini menempati peringkat ketiga Grup A dengan 11 poin, hanya unggul satu angka dari PSIS yang mengoleksi 10 poin di posisi keempat. Kemenangan akan memperlebar jarak sekaligus menjaga peluang PSMS bersaing di papan atas.

Salah satu pemain yang menjadi perhatian Eko adalah Cadenazzi. Pelatih PSMS itu mengaku telah mempelajari permainan penyerang PSIS tersebut melalui rekaman pertandingan. Namun, ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak hanya terpaku pada satu pemain.

“Kami sudah menganalisis permainan Cadenazzi. Bukan hanya dia, semua pemain PSIS harus diwaspadai. Mereka juga pasti ingin mencuri poin di kandang kami,” kata Eko.

Karena itu, koordinasi lini belakang dan konsentrasi selama 90 menit menjadi perhatian PSMS. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal ketika menghadapi lawan yang juga membutuhkan kemenangan.

Eko mengaku memiliki gambaran mengenai karakter permainan PSIS karena mengenal pelatihnya, Widodo Cahyono Putro. Keduanya pernah membela Timnas Indonesia dan bekerja bersama di lingkungan Bali United. Meski demikian, Eko menegaskan pendekatan profesional tetap menjadi pegangan.

“Kedekatan dengan Widodo sedikit banyak membuat saya tahu karakter permainannya. Kami juga sudah melakukan analisis melalui video. Namun, kami tetap profesional karena sekarang berbeda klub. Semoga besok kami mendapatkan hasil terbaik,” tuturnya.

Optimisme serupa disampaikan pemain PSMS, Ikhsan Chan. Ia memastikan para pemain siap menghadapi pertandingan dan tidak menjadikan posisi klasemen sebagai ukuran kekuatan PSIS.

“Para pemain sudah siap menyambut pertandingan besok. Walaupun PSIS berada di bawah PSMS, kami tidak boleh meremehkan mereka karena menurut saya PSIS juga tim yang kuat,” kata Ikhsan.

Ikhsan mengaku bersyukur mendapat kesempatan bermain dan berharap mampu memberikan kontribusi maksimal, termasuk mencetak gol untuk membantu PSMS meraih kemenangan.

“Persiapan berjalan normal. Saya bersyukur mendapat kesempatan ini. Saya berharap bisa bermain maksimal besok dan mencetak gol juga,” ujarnya.

Secara historis, PSIS memiliki keunggulan tipis dalam lima pertemuan terakhir kedua tim pada 2017–2018, dengan tiga kemenangan berbanding dua kemenangan milik PSMS. Namun, catatan lama itu bukan jaminan hasil pertandingan kali ini karena kedua tim kini memiliki situasi dan komposisi pemain berbeda. (Reza)