Pertemuan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti dengan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca I.P. Pandjaitan, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Jumat (23/10/2026).
LANGKAT, kaldera.id – Gagasan program Satu Desa, Satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti dengan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hinca I.P. Pandjaitan, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Jumat (23/10/2026).
Hinca yang merupakan anggota Komisi III DPR RI mendorong penataan fasilitas pemakaman agar lebih layak, bersih, terang, dan aman bagi masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang juga membahas penguatan sinergi pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Langkat.
Tiorita menyambut baik kunjungan Hinca dan berharap komunikasi dengan pemerintah pusat terus terjalin untuk memperjuangkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat Langkat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Hinca Pandjaitan. Kami berharap komunikasi dan sinergi ini terus terjalin dengan baik sehingga berbagai aspirasi dan program pembangunan untuk Kabupaten Langkat dapat kita dorong bersama,” demikian pesan Tiorita dalam pertemuan tersebut.
Menurut Tiorita, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat perlu diperkuat agar berbagai kebutuhan daerah dapat diperjuangkan sesuai kewenangan masing-masing. Kerja sama lintas pemerintahan juga diharapkan mampu mendorong program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Hinca menilai kemajuan Langkat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu membangun komunikasi terbuka dan menyelaraskan gagasan agar tantangan pembangunan dapat dihadapi bersama.
Selain persoalan pembangunan, Hinca menyoroti pentingnya ketersediaan dan pengelolaan TPU yang layak. Melalui gagasan Satu Desa, Satu TPU, ia mendorong agar kebutuhan lahan pemakaman menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, pengelolaan TPU tidak sekadar menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga memastikan kawasan tersebut tertata, bersih, terang, dan nyaman bagi masyarakat yang berziarah, termasuk pada malam hari.
Gagasan tersebut menempatkan fasilitas pemakaman sebagai bagian dari pelayanan publik sekaligus bentuk penghormatan kepada warga yang telah meninggal dunia.
Tiorita berharap berbagai aspirasi yang dibahas dalam pertemuan itu dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan koordinasi berkelanjutan. Pemkab Langkat, katanya, terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak selama program yang didorong sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat bagi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Tiorita juga menyerahkan cendera mata berupa tanjak dan songket Melayu khas Langkat kepada Hinca sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Pertemuan itu diharapkan memperkuat hubungan antara Pemkab Langkat dan para pemangku kepentingan, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Langkat. (Reza)