Asap Karhutla Kembali Masuk Sumut, Bobby Siapkan Opsi Hujan Buatan

redaksi
24 Okt 2026 10:40
Medan News 0 3
4 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution membuka peluang kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali memasuki wilayah Sumatera Utara. Langkah tersebut akan dipertimbangkan jika kualitas udara memburuk hingga mencapai kategori berbahaya.

Bobby meminta jajarannya memantau kondisi udara dalam dua hari ke depan dan memastikan potensi hujan sebelum memutuskan pelaksanaan OMC. Ia juga akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan tersebut.

Instruksi itu disampaikan Bobby saat memberikan sambutan dalam peresmian program Teras Pelajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jumat (23/10/2026).

“Ini asap sepertinya sudah mulai lagi masuk Sumut setelah kemarin sudah tidak ada asap,” ujarnya di hadapan para siswa serta kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB.



Bobby meminta jajaran terkait mencermati perkembangan kondisi udara. Jika asap masih tebal dan potensi hujan belum memadai, pemerintah daerah akan mempertimbangkan kembali rekayasa cuaca sebagai langkah penanganan.

“Pak Inspektur, Pak Asisten (Umum), kita lihat dua hari ini, Pak. Kalau asapnya masih tebal, saya minta tolong seperti kemarin kita lakukan OMC lagi. Jadi, tolong dicek apakah ada kemungkinan turun hujan. Kalau memang belum ada, kita rekayasa cuaca lagi,” katanya.

Usai acara, Bobby menegaskan pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan sembarangan karena perlu mempertimbangkan kondisi meteorologi dan koordinasi dengan BMKG.

“Tentunya kami akan koordinasi dulu dengan BMKG, enggak bisa sembarang juga, enggak bisa suka-suka. Kalau memang asapnya sudah masuk kategori bahaya lagi, kita akan coba lakukan (OMC). Tapi kalau saya inginnya jangan sampai masuk kategori bahaya dulu,” ujarnya.

Menurut Bobby, kondisi udara yang mencapai kategori berbahaya dapat memaksa pemerintah membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan demi melindungi kesehatan. Karena itu, ia meminta pemantauan dilakukan secara cermat agar langkah pencegahan dapat diambil sebelum kondisi semakin buruk.

“Karena kalau sudah kategori bahaya ini harus ada pembatasan di luar rumah, karena kalau terhirup tidak bagus. Jadi, saya minta ini dihitung betul, karena memang bisa kita cegah, kita akan cegah,” tuturnya.

Siswa Tolak PJJ, Bobby Berharap Sekolah Tetap Tatap Muka

Di tengah kekhawatiran asap karhutla kembali menyelimuti Sumut, Bobby juga menyoroti kemungkinan penerapan kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kualitas udara memburuk.

Momen itu terjadi saat Bobby berinteraksi dengan para siswa dalam acara peresmian Teras Pelajar Sumut Berkah. Ketika ditanya apakah mereka bersedia kembali menjalani PJJ jika kondisi asap memburuk, para siswa serentak menyatakan penolakan.

Sejumlah siswa menyampaikan alasan, mulai dari efektivitas pembelajaran hingga persoalan uang jajan yang tidak lagi diberikan orang tua selama belajar dari rumah.

“Apa? Uang jajan pas ada asap sama enggak ada asap sama, tapi kalau PJJ enggak dikasih jajan. Oh, karena ada yang mau nabung beli barang favorit jadi agak lama,” ujar Bobby menanggapi jawaban siswa.

Ia mengatakan keinginan siswa untuk kembali belajar langsung di sekolah menjadi salah satu pertimbangan. Namun, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap harus memperhatikan kondisi kualitas udara dan keselamatan siswa.

“Intinya anak-anak kita bisa melaksanakan belajar lagi langsung ke sekolahnya masing-masing, enggak PJJ lagi, karena ini langsung anak-anak sekolahnya yang nolak (PJJ),” katanya.

Bobby mengakui penerapan PJJ memiliki tantangan tersendiri, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua. Karena itu, ia berharap kualitas udara tidak memburuk hingga mengharuskan pemerintah membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Memang PJJ ini tantangannya berat, bukan hanya ke anaknya, kadang ke orang tuanya. Saya minta tadi jangan sampai kualitas udaranya membuat pembatasan aktivitas di luar rumah,” ujarnya kepada wartawan.

Bobby berharap kondisi udara membaik dalam dua hari ke depan sehingga siswa dapat kembali bersekolah seperti biasa pada Senin. Pemerintah, kata dia, akan memanfaatkan waktu tersebut untuk memantau situasi dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

“Untungnya ini hari Jumat, kita masih ada dua hari besok dan Minggu. Kalau memang ada asap dan kita bisa lakukan penindakan, bisa kita lakukan satu dua hari ini sehingga hari Senin anak-anak tidak perlu melakukan PJJ,” katanya. (Reza)