Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo
DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjadikan refleksi 1,5 tahun kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo sebagai momentum mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyerap kritik dan masukan dari berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Cadika Lubuk Pakam, Selasa (18/8/2026), itu menghadirkan akademisi, aktivis, mahasiswa, dan insan pers untuk memberikan pandangan terhadap pelaksanaan pembangunan di Deli Serdang.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengatakan forum tersebut digelar untuk melengkapi berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini telah dihimpun melalui program Berjemur.
“Refleksi ini saya lakukan untuk mengambil elemen yang belum saya dapatkan. Selama ini kami sudah berkeliling mengambil aspirasi dari bawah. Alhamdulillah, masukan-masukan itu menjadi bagian dalam penyusunan anggaran dan kebijakan yang ada,” kata Asri.
Menurut Asri, sejumlah program pembangunan selama 1,5 tahun terakhir difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan.
Di bidang kesehatan, cakupan Program PAS JEMPOL mencapai 80,75 persen dan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,70 persen hingga Juli 2026. Sementara realisasi investasi tercatat sekitar Rp3,62 triliun dan tingkat penyelesaian pengaduan masyarakat melalui aplikasi LAPOR mencapai 95,2 persen.
Pemkab Deli Serdang juga memperluas layanan publik melalui Program PATEN KALI yang telah menjangkau 22 kecamatan dan 205 desa serta kelurahan.
Meski demikian, Asri menegaskan berbagai capaian tersebut masih memerlukan penyempurnaan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Niatan saya sederhana, menjadikan yang selama ini masalah menjadi tidak masalah,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Wakil Dekan I FISIP Universitas Sumatera Utara, Agus Riadi, menilai pembangunan Deli Serdang menunjukkan perkembangan pada sektor pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur dan kewilayahan.
Namun, ia menilai pemerintah daerah masih perlu memperkuat komunikasi publik dan partisipasi masyarakat agar capaian pembangunan lebih diketahui masyarakat luas.
“Ke depan, capaian ini perlu terus dikomunikasikan kepada masyarakat agar publik mengetahui apa yang sudah dilakukan pemerintah dan sekaligus dapat memberikan masukan,” katanya.
Sementara itu, Dosen Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah USU, Prof Agus Purwoko, menekankan pentingnya penguatan konektivitas fisik dan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, posisi strategis Deli Serdang harus didukung dengan kemudahan akses infrastruktur dan pelayanan birokrasi berbasis digital guna menarik investasi dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua HMI Cabang Deli Serdang, Fredi Mawan, dalam kesempatan tersebut mengusulkan pembentukan Musrenbang Tematik Pemuda agar organisasi kepemudaan dan mahasiswa dapat terlibat lebih aktif dalam perencanaan pembangunan daerah.
Usulan itu mendapat respons positif dari Bupati Asri Ludin Tambunan yang menyatakan pemerintah akan menyiapkan ruang khusus bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menegaskan pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik dan masukan masyarakat.
“Terima kasih kepada kawan-kawan aktivis, mahasiswa, akademisi dan media yang hari ini menyampaikan kritik dan masukannya. Bagi kami, ini adalah bagian dari demokrasi dan menjadi lecutan bagi saya dan Pak Bupati untuk terus melakukan pembenahan dalam membangun Deli Serdang,” kata Lom Lom.
Menurutnya, berbagai kritik dan masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pembangunan daerah ke depan.
Asri menambahkan sejumlah masukan yang muncul dalam forum akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah, termasuk penguatan komunikasi dengan media, keterbukaan informasi publik, serta pelibatan pemuda dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kita rutinkan pertemuan, baik bersama media maupun mahasiswa. Kemudian kita siapkan Musrenbang Tematik untuk pemuda, sehingga apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi anak-anak muda bisa kita dengarkan dan masuk dalam perencanaan pembangunan,” pungkasnya. (Reza)