LPM FKG USU Inisiasi Pos Kesehatan Gigi Pesantren di Deli Serdang

Lembaga Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (LPM FKG USU) menginisiasi Pos Kesehatan Gigi Pesantren di Deliserdang.
Lembaga Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (LPM FKG USU) menginisiasi Pos Kesehatan Gigi Pesantren di Deliserdang.

 

DELISERDANG, kaldera.id – Lembaga Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (LPM FKG USU) menginisiasi Pos Kesehatan Gigi Pesantren di Deliserdang.

Tim Pengabdian dari Departemen Konservasi Gigi FKG USU dipimpin ketua tim drg. Wandania Farahanny, MDSc, Sp.KG(K) dan anggota pengabdian drg. Nevi Yanti, M.Kes, Sp.KG(K), drg. Widi Prasetia, Sp.KG(K), dan drg. Astrid Yudhit, MSi.

Mereka menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat mono tahun reguler berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada guru dan siswa MTS PPM Al-Mukhlisin, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 29 Oktober 2022.

“Kesehatan gigi dan mulut seringkali menjadi hal yang diabaikan oleh masyarakat. Tingkat kesadaran masyarakat yang rendah dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu penyebab dari penyakit gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” kata drg Wandania, Jumat (18/11/2022).

Kata dia, kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri sehingga menimbulkan masalah pada gigi, seperti gigi berlubang atau karies gigi. Karies gigi merupakan suatu kelainan yang diakibatkan bakteri dan menyebabkan kerusakan struktur gigi.

BACA JUGA :  Kolam Retensi Atasi Banjir Kota Medan akan Dibangun di USU

Data yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit 45,3%.

“Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan/atau keluar nanah (abses) sebesar 14%. Status karies yang tinggi umum terjadi pada siswa-siswa sekolah, baik pada sekolah umum maupun pesantren,” ungkap Wandania.

Pelatihan kader

Dalam program pengabdian tersebut juga dilakukan pelatihan kader kepada guru-guru agar mampu menjadi edukator kesehatan gigi dan mulut. Kemudian, tim pengabdian memberikan hibah berupa satu buah Dental Unit Portable untuk membentuk Pos Kesehatan Gigi Pesantren (POSKESGITREN).

POSKESGITREN bersinergis dengan pihak Puskesmas setempat untuk membantu penjaringan dan kedepannya menjalin kerja sama untuk perawatan tindakan kesehatan gigi mulut dengan Fakultas Kedokteean Gigi USU terutama dalam bidang konservasi gigi.

“Dengan telah dilaksanakannya edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta pemberian dental unit portable, tingkat kesadaran dan pengetahuan dari siswa dan guru MTS PPM Al-Mukhlisin meningkat sehingga dapat terwujud kebersihan gigi dan mulut yang optimal serta tercapainya kualitas hidup yang baik,” pungkasnya.(rel/red)