Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Kamis, 20 Agu 2026
Mustika Deli Jadi Etalase Baru Produk UMKM Medan
Bank Sumut Dorong Digitalisasi BRT Mebidang dengan Smartcash
Dorong Shift Kerja 24 Jam, Kadin Sumut Sebut BRT Mebidang Dongkrak Produktivitas Industri dan Pertumbuhan Ekonomi
Rico Waas Apresiasi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas”
Angin Puting Beliung Rusak 150 Rumah dan SD Negeri di Medan Johor
Pemkab Deli Serdang Arahkan CSR 2026-2027 untuk Bedah Rumah dan Program Prioritas
DPRD Bandung Pelajari Strategi PAD dan QRESTO di Medan
Edwin Sugesti Minta Pemko Medan Data Kerugian Korban Puting Beliung
Banggar DPRD Medan Minta 35 Persen Anggaran Pembangunan untuk Medan Utara
Bobby Luncurkan BRT Mebidang, Target Integrasi 2027
Mustika Deli Jadi Etalase Baru Produk UMKM Medan
Bank Sumut Dorong Digitalisasi BRT Mebidang dengan Smartcash
Dorong Shift Kerja 24 Jam, Kadin Sumut Sebut BRT Mebidang Dongkrak Produktivitas Industri dan Pertumbuhan Ekonomi
Rico Waas Apresiasi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas”
Angin Puting Beliung Rusak 150 Rumah dan SD Negeri di Medan Johor
Pemkab Deli Serdang Arahkan CSR 2026-2027 untuk Bedah Rumah dan Program Prioritas
DPRD Bandung Pelajari Strategi PAD dan QRESTO di Medan
Edwin Sugesti Minta Pemko Medan Data Kerugian Korban Puting Beliung
Banggar DPRD Medan Minta 35 Persen Anggaran Pembangunan untuk Medan Utara
Bobby Luncurkan BRT Mebidang, Target Integrasi 2027
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Inflasi, Kemiskinan Dan Pertumbuhan Tinggi

redaksi
28 Agu 2023 07:40
Medan Opini 0 720
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SEPANJANG bulan ini saya mengikuti focus grup discussion (FGD) yang topiknya sama. Sudah dilakukan lima kali dengan tema mengendalikan inflasi melalui islamic social finance. Ini topik menarik tentu saja. Kenapa? Seperti yang kita fahami bersama seluruh aktivitas dijalankan secara konvensional sehingga inflasi menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perekonomian.

Marsekal Pertama TNI, Mohammad Nurdin (tengah) didampingi Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Reka Budiarsa, Komandan Wing III Kopasgat Kolonel Pas Deni Ramdani
Baca Juga
HUT Ke-76, TNI AU Bakorda Medan Gelar Aksi Sosial dan Sinergitas
01 Apr 2022

Inflasi diterjermahkan sebagai kenaikan harga barang secara terus menerus pada kurun waktu tertentu. Inflasi itu akan terjadi dengan dorongan dua faktor. Pertama cost push inflation (inflasi karena dorongan biaya produksi) dan demand full inflation (inflasi karena permintaan terhadap suatu barang).

Sehingga teori permintaan dan penawaran yang muncul dalam konteks ekonomi mikro pun adalah teori konvensional. Ketika harga barang naik maka jumlah barang yang dibeli akan berkurang dan dari sisi penawaran ketika harga barang naik, produsen akan menambah jumlah barangnya di pasar. Keduanya disebut berslope negatif dan positif.

HUT RI TAPSEL

Arah teori pun mengatakan jika inflasi terus tinggi maka akan menambah jumlah orang miskin. Nah ukuran kemiskinan dan inflasi ini, sangat baik dipaparkan oleh Ustad Hidayatullah, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS yang menjadi keynote speech dalam setiap FGD. Saya tertarik mengikuti alur fikir ustad ini karena dia bisa mengaitkan hubungan ekonomi konvensional dan bahaya yang muncul dari praktik itu lewat sisi religi.

Walikota Medan, Bobby Nasution saat menerima Kepala BPK RI perwakilan Sumut di Balai Kota Medan, Kamis (9/3/2023).
Baca Juga
Laporan Keuangan Lebih Baik, Pemko Ucap Terima Kasih ke BPK
09 Mar 2023

Apa katanya? Dia sampaikan sebenarnya ekonomi yang kita jalankan saat ini penuh ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi terus naik namun harga barang pun tak terbendung. Dulu di tahun 1970 an harga beras misanya masih di kisaran Rp50 per kg. Sekarang sudah menjadi RP12.500. Begitu juga dengan harga emas. Tahun 70-an tiap satu dolar AS itu masih Rp250 sekarang sudah jadi Rp15 ribu. Belum lagi harga bahan bakar serta komoditas lainnya.

Yang paling merasakan inflasi pasti orang miskin. Coba kita lihat, ketika inflasi tinggi maka 26 juta rakyat miskin akan terimbas. Ingat juga bahwa ukuran kemiskinan kita adalah yang berpenghasilan Rp520 ribu sebulan. Artinya yang punya penghasilan di atas Rp17 ribu sehari dianggap tak miskin lagi. Padahal beli sarapan pagi saja sudah habis Rp10 ribu.

Angka kemiskinan kita bisa di angka 26 juta karena batas kriteria penduduk miskin hanya Rp17 ribu per hari. Coba kalau dinaikkan dengan standar bank dunia yang menyatakan penduduk miskin adalah yang penghasilannya di bawah dua dolar AS per hari, maka setengah dari jumlah penduduk kita adalah miskin. Ini menyiratkan semakin rendah angka penghasilan penduduk miskin semakin rendah pula jumlah penduduk miskin. Jadi tinggal utak-atik kriteria penghasilan saja apakah penduduk miskin kita mau dinaikkan atau diturunkan.

Siapa yang paling terimbas dengan inflasi? Yang pasti rakyat menengah ke bawah dan penduduk miskin. Sebab 70 persen ekonomi Indonesia ini dikuasai 2 persen penduduk. Artinya yang punya simpanan miliaran di bank atau skala ekonominya di atas, tak perduli dengan inflasi.

Mereka yang paling terimbas adalah petani, nelayan, serta warga yang selalu menghadapi kesulitan hidup. Menurut Hidayatullah, harus diakui ekonomi negara ini memang terus tumbuh. Tapi yang menjadi catatan penting pertumbuhan yang luar biasa justru meninggalkan kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Bisa dilihat misalnya di Sumut dengan PDRB yang mencapai Rp995 triliun kalau dibagi dengan jumlah penduduk maka PDRB per kapita itu sekira Rp63 juta per tahun. Sedangkan di Medan, dengan PDRB Rp280 triliun maka setiap penduduk harusnya punya pendapatan per kapita Rp112 juta. Tapi di sini ada ketimpangan. Sumut misalnya masih ada 1,2 juta orang miskin.

Yang cacat logika dari angka-angka itu adalah pertumbuhan PDRB yang tinggi ternyata menyisakan orang miskin yang penghasilannya dihitung Rp520 ribu tadi. Secara nalar, saya sebenarnya bisa mencerna semua paparan yang disampaikan Ustad Hidayatullah yang menggambarkan fenomena inflasi, kemiskinan dan pertumbuhan tinggi sebagai sesuatu yang absurd.

Dia bisa memaparkan fakta tersebut dengan sangat umum dan mudah difahami. Artinya perlu ada terobosan untuk mengatasi inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bernarkah inflasi mengkhawatirkan kita? Tahun lalu inflasi Sumut itu di angka 6,12 persen atau di atas angka nasional. Maka wajar dalam berbagai forum Gubernur Sumut meminta semua pihak mengambil peran untuk mengatasinya. Lalu dari fokus grup diskusi itu apa solusi yang bisa dilakukan?

Mengakumulasi potensi Islamic social finance (ISF) adalah bagian penting untuk menguatkan ekonomi umat. Walau seluruh aktivitas ekonomi dijalankan secara konvensional tapi ada celah di potensi dana keumatan yang bisa diharapkan menjadi stimulus agar dampak inflasi terhadap penduduk miskin bisa dikendalikan. Dan itu akan saya ulas dilanjutan tulisan berikutnya.

Armin nasutionfocus grup discussion (FGD)Inflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bapenda Medan Buka Loket Pojok PBB di Lokasi Ramadan Fair
Ganggu Orang Tidur, Polisi Musnahkan 3.016 Knalpot Bising
Bupati Terbit Rencana Kukuhkan Sekda Langkat dan Puluhan Pejabat
Yaqut Cholil Optimis Produk Halal Indonesia Mampu Memasuki Pasar Jepang
Taekwondo Sumut Minta Tempat Pemusatan Latihan
Delegasi PHRI Sumut Hadiri Munas Ke-17 Perkuat Isu Strategis Pariwisata

Pos Terkait

Kadisperindag Sumut Aspan Sopian Batubara (paling kiri) berfoto bersama Mendag Zulkifli Hasan dan penerima penghargaan perlindungan konsumen dari Kemendag.(ist)
3 tahun  lalu
Sumut Sabet Penghargaan Perlindungan Konsumen
Walikota Medan, Bobby Nasution bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino
3 tahun  lalu
Bobby Nasution Apreasiasi Personel Polrestabes Medan Tembak Mati Begal Sadis
Para Pemain Chelsea merayakan gol Lukaku ke gawang Middlesbrough di babak 8 besar FA Cup
4 tahun  lalu
Lukaku Bantu Chelsea Singkirkan Middlesbrough di Ajang FA Cup
Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berbincang dengan Plt Bupati Langkat, Syah Afandin saat melakukan kunjungan kerja di kabupaten tersebut
4 tahun  lalu
Sandiaga: Digitalisasi, 23 Desa di Langkat harus Terkoneksi Internet
1 tahun  lalu
Lagi-Lagi Israel Bunuh 27 Orang Warga Palestina di Jalur Gaza, Korban Tewas Menjadi 43.341 orang
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution dengan pimpinan PT Surya Daindo Harmoni.
5 tahun  lalu
Pemko Terima PSU Perumahan Bumi Seroja Permai I

Trending

01.
5 hari  lalu
Plt Bupati Kukuhkan 46 Paskibraka Langkat, Semoga Jadi Representasi Generasi Muda
02.
6 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Genjot Inklusi Keuangan dan QRIS
03.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Jenguk Siswi SMKN 1 Berastagi yang Dirawat Intensif, Minta Kasus MBG Jadi Evaluasi Menyeluruh
04.
5 hari  lalu
Menhub Dudy Pimpin DPW PAN Sumut Gantikan Bupati Langkat Nonaktif
05.
6 hari  lalu
Terlibat Genk Motor, Disdik Sumut Kembalikan Siswa SMA dan SMK kepada Orang Tuanya

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Apresiasi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas”
Pemkab Deli Serdang Arahkan CSR 2026-2027 untuk Bedah Rumah dan Program Prioritas
Angin Puting Beliung Rusak 150 Rumah dan SD Negeri di Medan Johor
DPRD Bandung Pelajari Strategi PAD dan QRESTO di Medan
Dorong Shift Kerja 24 Jam, Kadin Sumut Sebut BRT Mebidang Dongkrak Produktivitas Industri dan Pertumbuhan Ekonomi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya