Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 21 Mei 2026
Korban Begal di Medan Kini Ditanggung APBD, Faisal Arbie: Ini Baru Kebijakan yang Membela Rakyat
Sekolah Rakyat di Medan Dikebut, Rico Waas Turun Tangan Benahi Jalan hingga Drainase
Jelang Iduladha, Pemkab Deli Serdang Sidak Pasar: Harga Cabai hingga Daging Masih Aman
Korban Begal di Medan Kini Bisa Berobat Gratis, Rico Waas Keluarkan Perwal Khusus
Asri Tambunan Gerak Cepat, Irigasi Petani Sunggal Langsung Dikorek Besok
Ojol Medan Dapat ‘Payung’ BPJS, Rico Waas: Jangan Sampai Driver Celaka, Keluarga Ikut Tumbang
Harkitnas 2026, Wabup Deli Serdang Ingatkan Ancaman Digital hingga Pentingnya Jaga Generasi Muda
Didemo Warga, Syah Afandin Janji Jalan Air Hitam Masuk Skala Prioritas
Pansus DPRD Bongkar Kisruh Aset Pemkot Medan, Data OPD Disebut Amburadul
Wagub Surya Minta HIMMAH Jangan Sekadar Kritik, Harus Jadi Motor Perubahan di Sumut
Korban Begal di Medan Kini Ditanggung APBD, Faisal Arbie: Ini Baru Kebijakan yang Membela Rakyat
Sekolah Rakyat di Medan Dikebut, Rico Waas Turun Tangan Benahi Jalan hingga Drainase
Jelang Iduladha, Pemkab Deli Serdang Sidak Pasar: Harga Cabai hingga Daging Masih Aman
Korban Begal di Medan Kini Bisa Berobat Gratis, Rico Waas Keluarkan Perwal Khusus
Asri Tambunan Gerak Cepat, Irigasi Petani Sunggal Langsung Dikorek Besok
Ojol Medan Dapat ‘Payung’ BPJS, Rico Waas: Jangan Sampai Driver Celaka, Keluarga Ikut Tumbang
Harkitnas 2026, Wabup Deli Serdang Ingatkan Ancaman Digital hingga Pentingnya Jaga Generasi Muda
Didemo Warga, Syah Afandin Janji Jalan Air Hitam Masuk Skala Prioritas
Pansus DPRD Bongkar Kisruh Aset Pemkot Medan, Data OPD Disebut Amburadul
Wagub Surya Minta HIMMAH Jangan Sekadar Kritik, Harus Jadi Motor Perubahan di Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 611
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Surianto
Baca Juga
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan Guru Honorer Harus Jadi Prioritas
09 Jun 2024

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Sumut atas pengesahan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sumut akhir Tahun Anggaran 2025.
Baca Juga
Wagub Sumut Apresiasi Rekomendasi DPRD atas LKPj Gubernur 2025
11 Mei 2026

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Bunda PAUD Kecamatan Dituntut Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak
Tahanan Kabur, Kapolres Sergai Sisir Pesisir Batubara
IN-Journal Chapter 1 Digelar, INALUM Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial
Antisipasi Resesi Tahun Depan, Gus Irawan Optimis Pemerintah Tekan Inflasi  
Anak Putus Sekolah, Kekerasan dan Stunting Jadi Perhatian PKS di Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan Anak
Gubsu Bobby Berhasil Perjuangkan Dana Pemulihan Pascabencana Hingga Rp23,32 Triliun Periode 2026-2028

Pos Terkait

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu, menyalurkan bantuan sosial berupa santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Rabu (28/01/2026).
3 bulan  lalu
Gus Irawan Serahkan Bantuan Sosial Ke Ahli Waris Korban Bencana Di Batang Toru
Dokumentasi penyitaan lahan PT PSU di Mandailing Natal oleh Tim Pidsus Kejatisu beberapa waktu lalu.
4 tahun  lalu
Kejatisu Tetapkan Mantan Direktur PT Perkebunan Sumut Tersangka Dugaan Korupsi Rp109,2 Miliar
Pagar Lapangan Merdeka Hilang
6 tahun  lalu
Pagar Lapangan Merdeka Dicuri, Husni Cuma Bisa Pasrah
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Bantu Kuatkan Ketahanan Pangan, Syah Afandin Berterimakasih ke Petani Secanggang
Gus Irawan Pasaribu
2 tahun  lalu
DPD Gerindra Sumut Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah
Pemerintah Kota Medan memgapresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Laras Sembah, sebuah perhelatan seni yang dibawakan oleh kelompok lansia dengan mengusung tema pelestarian lingkungan.
1 tahun  lalu
Pemko Medan Apresiasi Festival Laras Sembah: Kreativitas Lansia dan Kepedulian Lingkungan

Trending

01.
3 hari  lalu
Diundang ke Piala Presiden 2026, PSMS Medan Bergerak Cepat Bentuk Tim
02.
3 hari  lalu
In Memoriam Prof. Syawal Gultom:
Budi Baik Dikenang Jua
03.
2 hari  lalu
Resmi Dicoret! PSMS Medan Buang Tiga Legiun Asing Sekaligus
04.
5 hari  lalu
Perkuat Masyarakat Peduli Api Humbahas, Inalum dan Bupati Maksimalkan Pencegahan Karhutla
05.
3 hari  lalu
Bobby Nasution: Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Korban Begal di Medan Kini Bisa Berobat Gratis, Rico Waas Keluarkan Perwal Khusus
Asri Tambunan Gerak Cepat, Irigasi Petani Sunggal Langsung Dikorek Besok
Jelang Iduladha, Pemkab Deli Serdang Sidak Pasar: Harga Cabai hingga Daging Masih Aman
Sekolah Rakyat di Medan Dikebut, Rico Waas Turun Tangan Benahi Jalan hingga Drainase
Korban Begal di Medan Kini Ditanggung APBD, Faisal Arbie: Ini Baru Kebijakan yang Membela Rakyat
Home Trending Cari Bagikan Lainnya