Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 14 Mar 2026
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Rico Waas Tegaskan Keterbukaan Terima Masukan saat Buka Puasa KAHMI Sumut
BAZNAS Sumut Salurkan ZIS Rp2,93 Miliar kepada 2.648 Mustahik
Terima Bupati Nias Utara, Bobby Nasution Minta Pemetaan Prioritas Pembangunan
Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Syah Afandin Ajak Pers Bersinergi Bangun Langkat
INALUM Bantu Rehabilitasi Tiga Gereja Rusak Akibat Banjir di Humbang Hasundutan
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata
MPR RI Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Sumut
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Rico Waas Tegaskan Keterbukaan Terima Masukan saat Buka Puasa KAHMI Sumut
BAZNAS Sumut Salurkan ZIS Rp2,93 Miliar kepada 2.648 Mustahik
Terima Bupati Nias Utara, Bobby Nasution Minta Pemetaan Prioritas Pembangunan
Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Syah Afandin Ajak Pers Bersinergi Bangun Langkat
INALUM Bantu Rehabilitasi Tiga Gereja Rusak Akibat Banjir di Humbang Hasundutan
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda
BPS Akan Sensus 2 Juta Pelaku Usaha di Sumut, Bisnis Online Ikut Didata
MPR RI Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 506
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Dekan Fisip USU Dr Hatta Ridho (tiga dari kiri, Gubsu Edy Rahmayadi (tiga dari kanan) berfoto bersama usai audiensi, kemarin. USU akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Penyiaran 2023.
Baca Juga
USU Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional Penyiaran, Gubsu Harap Kualitas Siaran Membaik
22 Sep 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Komisioner KPU Kota Medan, Rinaldi khair.
Baca Juga
Meski Berpotensi, KPU Medan Optimis Corona Tak Ganggu Tahapan Pilkada 2020
06 Mar 2020

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Menkes Pastikan Seluruh Korban Gagal Ginjal Pada Anak Akan Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Pemko Medan Klaim Berhasil Kelola APBD 2024 dengan Sehat
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Presiden Terpilih Prabowo Subianto Memanggil Nama – Nama Bakal Calon Menteri untuk Pemerintahan Baru
Lima Menteri Diganti Prabowo, Sri Mulyani hingga Dito Ariotedjo
Terbatas Kewenangan, Pemko Medan Hanya Kelola Nelayan Tradisional

Pos Terkait

Gus Irawan Pasaribu
3 tahun  lalu
Gus Irawan Sarankan Sosialisasi NIK-NPWP Dimaksimalkan
Anggota Komisi 4 DPRD Medan Ahmad Afandi Harahap minta penutupan jalan menuju pintu masuk Tol Bandar Selamat harus dikaji ulang.
9 bulan  lalu
Penutupan Akses Menuju Pintu Tol Bandar Selamat Mulai Disoal
2 tahun  lalu
Perumda Tirtanadi Menunggak Pajak ABT, Direksi Mengaku Tak Tahu Ada Pergub Mengatur Itu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 5.500 kursi untuk program mudik gratis Idulfitri 1447 H/2026 dengan berbagai moda transportasi, mulai dari angkutan darat, kereta api, kapal laut hingga penyeberangan.
1 minggu  lalu
Pemprov Sumut Siapkan 5.500 Kursi Mudik Gratis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 10 Maret
Marciano Norman
1 tahun  lalu
Ketua Umum KONI: Venue PON di Sumut Sudah Sangat Layak
Pemerintah Kota (Pemko) Medan sendiri menyebut malah tidak mengetahui siapa pemilik bangunan eks Harian Portibi yang dihancurkan oleh Walikota Medan, Bobby Nasution, Kamis (4/3/2021).
5 tahun  lalu
Dirobohkan, Tapi Pemko Medan Tak Tahu Pemilik Eks Kantor Harian Portibi

Trending

01.
6 hari  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
6 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
03.
5 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
04.
5 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
05.
5 hari  lalu
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Terima Bupati Nias Utara, Bobby Nasution Minta Pemetaan Prioritas Pembangunan
Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Syah Afandin Ajak Pers Bersinergi Bangun Langkat
BAZNAS Sumut Salurkan ZIS Rp2,93 Miliar kepada 2.648 Mustahik
Rico Waas Tegaskan Keterbukaan Terima Masukan saat Buka Puasa KAHMI Sumut
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya