Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Senin, 06 Jul 2026
Al Washliyah Medan Dukung Perpres No 111/2025, Dorong Lahirnya Perda Larangan Aktivitas LGBTQ di Kota Medan
Mata Deli Diluncurkan, Keamanan Dipantau Sampai dalam Gang
Gol Penalti Mbappe Singkirkan Paraguay di Babak 16 Besar
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Mesir Tantang Argentina di 16 Besar
Deli Serdang-Bandung Teken MoU, Fokus Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Strategis
Al Washliyah Medan Dukung Perpres No 111/2025, Dorong Lahirnya Perda Larangan Aktivitas LGBTQ di Kota Medan
Mata Deli Diluncurkan, Keamanan Dipantau Sampai dalam Gang
Gol Penalti Mbappe Singkirkan Paraguay di Babak 16 Besar
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Mesir Tantang Argentina di 16 Besar
Deli Serdang-Bandung Teken MoU, Fokus Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Strategis
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Inflasi Dan Islamic Social Finance

redaksi
11 Sep 2023 06:25
Medan Opini 0 653
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

Oleh Armin Nasution

MEDAN, kaldera.id – SABTU (9/9/2023), saya berkesempatan lagi mengikuti focus grup discussion bersama Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ustad Hidayatullah, Wakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani, akademisi UIN Dr. Faisal Riza serta perwakilan Baznas Serdang Bedagai Ust. Ashari.

Walikota Medan, Bobby Nasution bercengkrama dengan perwakilan misi PBB di Indonesia, Galeri di Balai Kota Medan, Jumat (3/6/2022)
Baca Juga
Perwakilan PBB Puji Penanganan Kerukunan Umat Beragama di Kota Medan
03 Jun 2022

Acara ini digelar di theme park Pantai Cermin. Diskusinya menarik. Karena dari berbagai sesi yang dihadirkan, di kesempatan tersebut banyak pewakilan ibu-ibu (emak-emak) yang sebenarnya sebagian dari mereka tak mengerti inflasi tapi merasakannya hampir setiap hari.

Kenapa begitu? Karena merekalah yang paling tahu pergerakan harga di pasar saat berbelanja.

Secara umum, di ekonomi konvensional tentu terasa sulit menghubungkan dan melihat korelasi inflasi dengan Islamic Social Finance (ISF). Saya awalnya pun begitu. Bagaimana mungkin inflasi dikaitkan dengan strategi penguatan islamic social finance. Karena kalau disimpelkan istilahnya islamic social finance adalah memberdayakan dana umat melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf) untuk mengendalikan inflasi.

Zulham Efendi
Baca Juga
Seluruh Proyek Infrastruktur Yang Belum Tuntas Harus Jadi Prioritas Tahun Depan
29 Des 2024

Namun ternyata mengikuti seri diskusi ini membuat kita punya pemahaman, ternyata ada hubungan kuat antara dua variabel ini. Ustad Hidayatullah runut memaparkan bagaimana hal itu saling mempengaruhi.

Bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kita di tahun 1980-an dengan PDB (pendapatan nasional) masih di angka Rp1.900 triliun sekarang sudah mencapai Rp19.000 triliun. Artinya ekonomi kita tumbuh luar biasa. Tapi coba lihat juga harga-harga kebutuhan dari harga beras yang Rp50 per kg sekarang sudah Rp14.000.

Menurut Hidayatullah, persoalan inflasi tidak cukup diselesaikan secara konvensional. Karena umat (Islam) punya kemampuan menyelesaikannya dengan penggalangan dana yang bisa dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana korelasinya? Efek inflasi salah satunya adalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Dan yang bisa dilakukan tentu mendorong taraf hidup masyarakat agar terhindar dari efek inflasi. Atau akumulasi dana keumatan juga berkontribusi pada penguatan sumber pembiayaan untuk produksi.

Bahkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang berperan aktif mengendalikan inflasi melihat potensi ISF sesuatu yang bisa dikembangkan. Dalam paparan yang disampaikan Suherman Tabrani di FGD Sabtu lalu, mereka mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kemudian juga berupaya memaksimalkan peran ziswaf dalam perekonomian.

Karena ziswaf ini secara langsung bisa misalnya digunakan sebagai suplai sumber pembiayaan di sektor produksi. Usaha-usaha mikro, kecil menengah sampai skala besar bisa menggunakan ziswaf membantu biaya produksi melalui lembaga pengumpul zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Atau bisa juga dorongan dana umat dimanfaatkan dari sisi konsumsi. Misalnya pemberdayaan masyarakat lewat Ziswaf akan meningkatkan daya beli. Ada satu lembaga amil zakat yang menceritakan mereka memberdayakan warga kurang mampu untuk beternak. Dan hasilnya sekarang warga miskin itu bisa ‘move on’ beralih dari mustahik menjadi muzakki (dari penerima zakat menjadi pembayar zakat).

Konteks inilah sebenarnya yang perlu dibangun. Apalagi respon umat terhadap ini cukup antusias. BI menyatakan dalam festival ekonomi syariah beberapa waktu lalu, mereka sukses menyelenggarakan lelang wakaf. Ini baru sebagai pemantik. Karena sebenarnya potensi dana zakat saja di Indonesia mencapai Rp327 triliun dan yang realisasi baru Rp75 triliun. Di Sumut potensi zakat , infaq, sedekah ini bisa mencapai Rp8,8 triliun atau setara APBD Kota Medan misalnya kalau semua terhimpun. Namun yang terkumpul di Sumut baru di angka Rp20 miliar. Potensinya besar tapi banyak hal membuatnya tak maksimal.

Sebab begini, secara aturan secara agama secara kewajiban sudah jelas dalam Al-Quran tentang kewajiban membayar zakat. Tidak ada tawar menawar, bahwa zakat ini harus dibayar. Bukan dibayar sekali setahun saja (zakat fitrah), karena ada potensi lain dari zakat pertanian, zakat profesi, zakat harta dan lain-lain. Ini kadang kita hanya merasa wajib membayar zakat fitrah sekali setahun. Surat A-Taubah 103 misalnya di kalimat awal sudah ditegaskan dengan kalimat: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Itu kalimatnya menggunakan kata “ambillah”. Begitu jelasnya kewajiban yang harus ditunaikan.

Tapi kembali lagi berbagai problem dan konotasi kurang pas membuat penghimpunannya belum maksimal. Mulai dari keinginan agar zakat bisa menghapus kewajiban pajak, lembaga amil zakat yang sering kurang dipercaya, serta tingkat kesadaran yang rendah. Begitu banyak problem muncul yang sebenarnya seperti ‘mengingkari’ kewajiban kita. Apapun ceritanya, mau zakat tak mengurangi pajak, kurang percaya pada amil dan lain-lain, inti kalimatnya satu: zakat itu kewajiban.

Bahkan jika saja kita punya konsistensi membayar zakat lalu terkumpul katakan Rp300 triliun betapa kuatnya posisi tawar umat kita di hadapan negara karena setidaknya punya porsi 10 persen dari APBN 2024 yang jumlahnya Rp3 ribu triliun itu.

Bukan itu saja, menurut penelitian seperti yang disampaikan Dr. Faisal Riza, dosen UIN, sesungguhnya rakyat Indonesia ini adalah orang yang paling gemar berdonasi. Maka wajar sebenarnya jika akumulasi potensi terhimpun, berperan mengatasi inflasi.

Simpulan tulisan ini, saya merasa menjadi seperti layaknya pengamat ekonomi syariah. Tapi memang, semoga masih ada harapan agar sistem ribawi (riba itu jiyadah) yang banyak menjadi mudharat dalam perekonomian, bahkan menurut sebagian ibu-ibu menjadi faktor tingginya angka perceraian, bisa diselesaikan dengan pendekatan islamic social finance.

akademisi UIN Dr. Faisal RizaArmin nasutionBaznasBaznas Kota MedanBaznas Serdang Bedagai Ust. AshariFraksi PKS Ustad HidayatullahInflasiislamic social financeWakil Pimpinan BI Sumut Suharman Tabrani
Pos Terkait
Alim Ulama Bersyukur Pembangunan Islamic Center Dimulai
Bulan Syaban Datang, Ini Doa yang Dianjurkan Jelang Ramadhan
Saat Rapat Dengan BPK, Komisi XI Minta Penjelasan Predikat WTP Tapi Terjerat Korupsi
Diskusi Srikandi UGM: Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi
Anak Bupati Terpilih Sabu Raijua NTT Ternyata Sniper US Army
Prestasi Prabowo Bukan Kaleng-kaleng, Jenderal Perang Amerika pun Memuji

Pos Terkait

Dewi Juita Purba (kiri) dan Eva Christina Ginting (kanan) memakaikan ulos kepada Ketua BPP PHRI Hariyadi Sukamdani, Sabtu lalu.
5 tahun  lalu
Dibalik Pujian Ketua BPP Kepada Dua Srikandi PHRI Sumut
Salah satu anak mengikuti perlombaan HUT Kemerdekaan di lingkungan di Kota Medan
3 tahun  lalu
Bobby: Yang Terpenting Kita Bisa Mewujudkan Cita cita Bangsa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi secara resmi memimpin groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kabupaten Batubara.
5 tahun  lalu
Pembangunan PLTGU 1.600 MW di Batubara Dimulai
DPC Rabithah Alawiyah Medan berkolaborasi dengan Majelis Maidan Medan memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Sumatera Utara (Sumut ) dan Aceh.
6 bulan  lalu
DPC Rabithah Alawiyah Medan Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumut – Aceh
Walikota Medan, Bobby Nasution saat menerima kunjungan pengurus Baznas pusat
4 tahun  lalu
Medan Bakal Jadi Role Model Pengelolaan Zakat
Bunga Citra Lestari (BCL).
6 tahun  lalu
BCL Menangis saat Manggung tanpa Ditemani Ashraf Sinclair

Trending

01.
4 hari  lalu
Jadi Tuan Rumah HUT APKASI, Deli Serdang Promosikan Investasi dan UMKM
02.
4 hari  lalu
Wakil Wali Kota Ajak Pakar Perencana Susun Cetak Biru Kota Tangguh Masa Depan
03.
4 hari  lalu
Rakernas APEKSI 2026 Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan hingga Rp72,3 Miliar
04.
6 hari  lalu
Singa Atlas Mengaum, Belanda Terancam Jadi Korban Berikutnya
05.
5 hari  lalu
Gol Martinelli Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dua Gol Ounahi Menangkan Maroko 3-0 atas Kanada
Pecahkan Rekor Dunia Kulcapi, Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan
Ketajaman Harry Kane Diuji Runtuhkan Tembok Pertahanan Meksiko
Harga Tiket Masuk PRSU ke-50 Kemahalan, Masyarakat Harap Gubsu Turun Tangan
Rekor Buruk Lawan Norwegia Bayangi Brasil di Babak 16 Besar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya