Zakiyuddin saat membuka Forum Bakti Bappeda dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (30/6/2026).
MEDAN, kaldera.id – Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengajak para perencana pembangunan daerah dari seluruh Indonesia memperkuat kolaborasi dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks pada 2026.
Ajakan itu disampaikan Zakiyuddin saat membuka Forum Bakti Bappeda dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Zakiyuddin, pembangunan kota saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan fiskal, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dalam perspektif yang paling sederhana, kota yang baik adalah kota yang membuat warganya tersenyum dan meningkat kualitas hidupnya. Mari kita buktikan bahwa dari ruang diskusi hari ini akan lahir cetak biru kota masa depan,” kata Zakiyuddin.
Ia menegaskan Forum Bakti Bappeda harus menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antardaerah dalam merumuskan solusi pembangunan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Zakiyuddin menyampaikan lima poin penting yang dinilai menjadi kunci pembangunan kota di masa depan.
Pertama, menurutnya tidak ada lagi kota yang dapat berkembang sendiri. Seluruh daerah harus memperkuat kolaborasi dan menjadikan satu sama lain sebagai mitra strategis pembangunan.
Kedua, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah diminta tidak mengabaikan daya dukung lingkungan demi mengejar investasi dan pertumbuhan ekonomi semata.
Ketiga, APEKSI diharapkan menjadi motor penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui digitalisasi dan integrasi pasar antarkota sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Keempat, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi hambatan pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah perlu membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dan memanfaatkan berbagai skema pembiayaan kreatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
Kelima, pemerintah daerah harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah pusat dengan memberikan masukan dan evaluasi terhadap implementasi berbagai kebijakan di lapangan.
“Saya berharap melalui forum ini dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret sebagai solusi atas berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah dalam membangun kota yang lebih baik,” ujarnya.
Forum Bakti Bappeda merupakan salah satu agenda strategis dalam Rakernas APEKSI XVIII yang mempertemukan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dari berbagai kota di Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Deddy Winarwan, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, serta Ketua Forum Bakti Dadang Wihana.
Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi pembangunan yang mampu menjawab tantangan perkotaan sekaligus mempercepat terwujudnya kota yang tangguh, cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. (Reza)