Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota Medan memanfaatkan malam gala dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada para delegasi dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang dirangkai dengan penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX itu digelar di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (30/6/2026) malam.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas menyambut kehadiran 98 wali kota dan wakil wali kota dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir mengikuti Rakernas APEKSI XVIII.
Dalam sambutannya, Rico mengatakan budaya menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan kota. Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.
“Dalam tradisi Melayu, busana adat yang dikenakan malam ini mengandung makna kehormatan, kesantunan, kearifan, serta tanggung jawab dalam memimpin dan melayani masyarakat. Kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur,” kata Rico.
Ia menjelaskan, Gemes IX merupakan salah satu agenda budaya unggulan Kota Medan yang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Selama empat hari pelaksanaan, berbagai pertunjukan seni dan budaya Melayu ditampilkan sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Menurut Rico, kolaborasi antara Rakernas APEKSI dan Gemes IX menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya, pariwisata, serta potensi Kota Medan kepada para kepala daerah yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
“Jika APEKSI mempertemukan kota dalam semangat pembangunan, maka Gelar Melayu Serumpun mempertemukan berbagai warisan budaya dalam semangat kebersamaan. Keduanya mengajarkan bahwa kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika kita berjalan bersama,” ujarnya.
Selain menjadi ajang promosi budaya, penyelenggaraan Gemes IX juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Medan, transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama kegiatan berlangsung mencapai lebih dari Rp300 juta per hari.
Malam gala dinner dan penutupan Gemes IX turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya dari daerah dan negara sahabat. Salah satu penampilan yang mendapat perhatian pengunjung adalah tari kolosal nusantara yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan penyanyi nasional Lyodra Ginting yang menghibur para delegasi dan masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan.
Rakernas XVIII APEKSI sendiri akan berlangsung hingga 4 Juli 2026 dan diikuti kepala daerah dari 98 kota di Indonesia. Selain membahas isu pembangunan perkotaan, forum tersebut juga menjadi wadah memperkuat kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan. (Reza)