HUT RI ke-81, Kasman Lubis Soroti Pendidikan, Kesehatan dan Lapangan Kerja di Medan

redaksi
15 Agu 2026 17:13
Medan News 0 10
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Ketua Komisi II DPRD Medan H. Kasman bin Marasakti Lubis mengingatkan pentingnya pemerataan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Medan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Kasman, makna kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus tercermin dari hadirnya keadilan sosial dan pemerataan hasil pembangunan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Refleksi kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang mudah, kesempatan kerja, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi,” kata Kasman di Medan, Sabtu (15/8/2026).

Politisi PKS itu menilai pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan seluruh anak, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu, memperoleh akses pendidikan yang sama.

Ia menekankan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan harus dilakukan secara merata, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas sekolah. Selain itu, dukungan bagi siswa dari keluarga prasejahtera juga perlu diperkuat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.

“Jangan sampai ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi atau keterbatasan akses pendidikan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun Kota Medan,” ujarnya.

Selain pendidikan, Kasman juga menyoroti sektor kesehatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas harus dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.

Ia mendorong Pemko Medan terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, serta memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pembiayaan kesehatan yang memadai.

“Kita terus memberikan dorongan kepada Pemerintah Kota Medan agar kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, serta memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pembiayaan kesehatan terus ditingkatkan mutunya,” katanya.

Di bidang ekonomi, Kasman menilai pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan. Karena itu, pelaku UMKM, pedagang kecil, pelaku usaha informal, hingga masyarakat berpenghasilan rendah perlu mendapat dukungan yang lebih kuat.

Menurutnya, akses permodalan, pelatihan, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil di Kota Medan.

“UMKM dan pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima, merupakan bagian penting dari perekonomian Kota Medan. Mereka harus mendapatkan kemudahan akses permodalan, pelatihan, pendampingan, dan akses pasar,” ujarnya.

Kasman juga menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Ia mendorong Pemko Medan menghadirkan terobosan konkret untuk membuka peluang kerja baru sekaligus menekan angka pengangguran.

Menurutnya, pemerataan pendidikan, layanan kesehatan yang berkualitas, penguatan ekonomi kerakyatan, dan perluasan lapangan kerja merupakan indikator penting untuk mengukur sejauh mana makna kemerdekaan telah dirasakan masyarakat.

“Kalau masyarakat masih kesulitan mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pekerjaan yang layak, maka itu menjadi pekerjaan bersama yang harus terus kita selesaikan,” pungkasnya. (Reza)