Panen Raya di Karo, Wagub Sumut Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Petani

redaksi
20 Jan 2026 18:41
News Sumut 0 2
3 menit membaca

 

KARO, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pemerintah harus berdiri di garis depan dalam melindungi dan memperkuat petani sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Penegasan itu disampaikan saat panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/1/2026), di tengah tantangan harga, infrastruktur, dan biaya produksi pertanian.

Surya menekankan, keberpihakan kepada petani tidak boleh berhenti pada seremoni panen, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan konkret, mulai dari perbaikan irigasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan petani berjalan sendiri. Infrastruktur pertanian harus diperkuat, jaringan irigasi ditingkatkan, akses pembiayaan dibuka, dan teknologi pertanian didorong agar hasil panen benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Surya.

Menurutnya, Kabupaten Karo memiliki posisi strategis dalam peta ketahanan pangan Sumatera Utara. Meski dikenal sebagai sentra hortikultura, Karo juga berperan sebagai daerah penghasil padi yang berkontribusi nyata terhadap suplai pangan regional.

Di Desa Lau Mulgap, yang dihuni sekitar 1.200 jiwa, padi menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Panen raya tidak hanya menghasilkan gabah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, dan menjaga daya beli warga desa.

Data produksi menunjukkan, pada Desember 2025, produksi padi di Kabupaten Karo diperkirakan mencapai 1.133 ton gabah kering giling (GKG).

Sementara total produksi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp824 miliar.

Surya menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari intervensi pemerintah provinsi melalui berbagai program dukungan pertanian.

Sepanjang 2025, Pemprov Sumut menyalurkan bantuan benih padi seluas 500 hektare, benih jagung 550 hektare, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, serta benih cabai merah dan bawang merah.

Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian juga disalurkan, antara lain corn sheller mobile, solar dryer dome, gudang pascapanen, ribuan perangkap lalat buah, handtraktor, dan cultivator.

Bantuan tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas petani.

“Mari jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme. Dengan kebijakan yang tepat dan keberpihakan yang jelas, Sumatera Utara bisa berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan panen raya di Mardingding merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap program swasembada pangan nasional.

Ia menyebut pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan menyangkut kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Kabupaten Karo, lanjut Antonius, siap memperluas tanam, memperkuat irigasi, dan mendorong modernisasi pertanian secara berkelanjutan.

Salah satu kawasan strategis adalah lahan rawa Paya Lah Lah di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, dengan luas daerah irigasi sekitar 3.300 hektare.

Pada 2025, sekitar 1.500 hektare lahan di tujuh desa difokuskan untuk produksi padi. Dengan produktivitas rata-rata 6,66 ton per hektare, produksi padi sawah di kawasan ini diperkirakan mencapai 43.956 ton dalam dua musim tanam.

“Ketika pemerintah hadir, kebijakan pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” pungkas Antonius. (Reza)