Ustadz Dasad Latif (kiri) dan Kapolri Idham Azis.
Ustadz Dasad Latif (kiri) dan Kapolri Idham Azis.

MEDAN, kaldera.id – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, tengah berulang tahun. Ucapan selamat pun datang dari Ustadz Dasad Latif, yang menyebut Idham Azis sebagai sosok akrab dengan bawahan dan rekan kerjanya di Polri.

“Jenderal Idham Azis ini sangat dekat dengan bawahannya. Dia selalu memanggil, “Bro”, pada bawahan yang bekerja dekat dengannya. Ini menunjukkan ada kedekatan emosi dengan bawahan,” kata Dasad Latif dalam unggahan video di akun Instagram @dasadlatif1212, Jumat (31/1/2020).

Dasad Latif pun menyebut sosok Idham Azis adalah pribadi yang berkarakter Bugis. “Satu karakter Bugis itu adalah satu kata dengan perbuatan. Selamat ulang tahun semoga menjadi Kapolri yang dicintai rakyatnya,” kata Dasad.

Idham Azis tak Mau Dinas di Kampung Sendiri

Masih dari akun Instagram Dasad Latif, tampak dia mengunggah kebersamaan dengan Kapolri dalam mobil dinas. Saat itu, Ustadz Dasad bertanya soal kesulitan jika penegakan pada pelanggaran hukum yang melibatkan keluarga. Idham pun menjawabnya bahwa dia tak punya masalah soal itu.

“Kalau keluarga saya salah, pasti saya tindak. Maka itu saya tidak mau kalau dinas di kampungku. Kalau dinas di kampung itu kita (jika) ditindak, kemanakan (keponakan), dibiarkan (tapi ada) kewajiban. Makanya tak mau saya,” pungkas Jenderal Idham Azis.

Idham Azis lahir 30 Januari 1963, atau saat ini dia berusia 57 tahun. Dia adalah putra dari pasangan Abdul Azis Halik dan Tuti Pertiwi. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Kampung Salo pada tahun 1976, lalu melanjutkan ke pendidikan menengah di SMP 2 Kendari pada tahun 1979, dan menyelesaikannya di SMA 1 Kendari pada tahun 1982. Idham Azis tercatat sebagai alumni Akademi Kepolisian 1988. (f rozi)