Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun

redaksi
9 Mar 2026 19:37
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna di DPRD Kota Medan, Senin (9/3/2026).

Laporan tersebut memuat berbagai capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen itu, Rico menjelaskan LKPJ disusun berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 1 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Medan 2025–2029 serta mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 mengenai kewajiban kepala daerah menyampaikan laporan kinerja kepada DPRD.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan, Rico menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

“Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menjalankan agenda strategis pembangunan Kota Medan,” ujar Rico.

Dalam paparannya, Rico menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan Kota Medan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2025 mencapai 83,74 poin atau meningkat 0,51 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada 2025 tercatat sebesar 5,10 persen, naik 0,03 persen dari tahun 2024. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 7,25 persen atau turun 0,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat 7,99 persen, menurun 0,14 persen dari tahun 2024. Adapun rasio gini atau tingkat ketimpangan pendapatan berada pada angka 0,3620.

Rico juga memaparkan realisasi pengelolaan keuangan daerah sepanjang 2025.

Pendapatan daerah tercatat sebesar Rp6,32 triliun atau 90,79 persen dari target Rp6,96 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,09 triliun, pendapatan transfer Rp3,13 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp100 miliar.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp5,83 triliun atau 82,56 persen dari target Rp7,07 triliun yang meliputi belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah yang mencakup tujuh misi utama pembangunan Kota Medan. Di antaranya pembangunan kota berbasis budaya multikultural dengan 93 objek cagar budaya, rehabilitasi jalan sepanjang 195 kilometer, serta program zero lampu padam yang telah mencapai 90 persen lampu jalan menyala.

Di sektor pelayanan publik, Indeks Pelayanan Publik Kota Medan memperoleh nilai A dengan skor 4,54. Selain itu, Indeks Inovasi Daerah juga mencapai 58,16 atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Sementara pada sektor ekonomi, nilai investasi di Kota Medan mencapai Rp14,59 triliun atau meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Program ketenagakerjaan juga berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru melalui berbagai kegiatan seperti career expo.

Rico menambahkan berbagai capaian tersebut turut diiringi dengan sejumlah penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Medan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan selama lima tahun berturut-turut, UHC Awards 2025 kategori Madya, Innovative Government Award 2025, serta predikat pelayanan publik tanpa maladministrasi terbaik di Sumatera Utara.

Selain itu, Kota Medan juga meraih status kinerja tinggi dengan peringkat lima kota terbaik nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Mengakhiri penyampaiannya, Rico berharap DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi strategis guna meningkatkan kinerja pembangunan Kota Medan ke depan.

“Masukan dan rekomendasi dari DPRD akan menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Medan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembangunan di masa mendatang,” pungkasnya. (Reza)