PAD Sumut Tembus Rp3,48 Triliun, Capai 50 Persen dari Target 2026

redaksi
31 Jul 2026 19:22
Medan News 0 4
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara hingga 28 Juli 2026 telah menembus Rp3,48 triliun atau 50,01 persen dari target tahun ini sebesar Rp6,96 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, Sutan Tolang, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif penerimaan daerah pada semester pertama tahun anggaran 2026.

“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp6.967.065.771.493. Hingga 28 Juli 2026, realisasinya telah mencapai Rp3.484.237.120.384 atau 50,01 persen,” kata Sutan, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, realisasi PAD tersebut berasal dari berbagai komponen pajak daerah dan retribusi daerah yang terus menunjukkan pertumbuhan.

Untuk sektor pajak daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah terealisasi 41,60 persen dari target. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 43,88 persen, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 50,03 persen, pajak air permukaan 79,69 persen, serta pajak rokok 50,06 persen.

Sutan mengatakan Bapenda Sumut terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan daerah.

Salah satunya melalui program Gebyar Pajak yang bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor. Selain itu, Bapenda juga mengintensifkan Gerakan Sadar Pajak Kendaraan (GAS-KEN) yang menyasar masyarakat secara langsung melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Selain pajak daerah, penerimaan dari retribusi daerah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juli 2026, realisasi retribusi telah mencapai Rp143,29 miliar atau 58,92 persen dari target Rp243,20 miliar.

Retribusi daerah tersebut berasal dari tiga kelompok penerimaan, yakni retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu.

Sutan berharap tren positif tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga target PAD Sumut 2026 dapat tercapai.

“Harapan kita tentunya semakin meningkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan Sumatera Utara,” ujarnya. (Reza)