Rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dan PT Kawasan Industri Medan (KIM) yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Rabu (6/5/2026).MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mempercepat pembebasan lahan di kawasan Sei Kera Hilir guna mendukung proyek penanganan banjir National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) yang didanai internasional.
Percepatan ini diputuskan dalam rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dan PT Kawasan Industri Medan (KIM) yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Rabu (6/5/2026).
Rico Waas menegaskan normalisasi Sungai Kera yang juga dikenal sebagai Sungai Sulang-Saling sangat penting karena menjadi drainase utama bagi Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
“Dampaknya tidak hanya untuk kawasan industri, tetapi juga masyarakat luas di Medan bagian utara dan sekitarnya,” ujar Rico.
Ia menyebut proyek ini akan berdampak pada pengendalian banjir di wilayah tangkapan air seluas sekitar 1.800 hektare.
Untuk mempercepat progres, Pemko Medan mengambil alih proses pembebasan lahan yang sebelumnya mengalami hambatan akibat perbedaan harga.
Sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain menggunakan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan harga lahan secara objektif, melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta menyiapkan skema konsinyasi di pengadilan jika tidak tercapai kesepakatan.
Proyek NUFREP sendiri mensyaratkan status lahan harus clean and clear sebelum pendanaan dapat dicairkan oleh World Bank.
Rico menginstruksikan jajaran terkait untuk mempercepat seluruh tahapan agar target penyelesaian pada Juni 2026 dapat tercapai.
“Kita pastikan semua clear and clean, sehingga proyek bisa langsung berjalan tanpa kendala,” tegasnya. (Reza)