Rico Waas Selidiki Lolosnya Komunitas Lari ke Stadion Teladan

redaksi
29 Mei 2026 17:40
Medan News 0 9
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait masuknya komunitas lari ke area Stadion Teladan yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan perawatan menjelang pelaksanaan AFF U-19 2026.

Rico menegaskan Pemerintah Kota Medan tidak pernah memberikan izin penggunaan stadion kepada komunitas tersebut. Ia juga mengaku telah meminta jajarannya menelusuri pihak yang memberi akses masuk ke area stadion.

“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Mungkin ada euforia masyarakat melihat Stadion Teladan sekarang, tetapi seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” ujar Rico kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2026).

Menurut Rico, hingga saat ini tidak ada permohonan resmi ataupun komunikasi dari pihak komunitas lari kepada Pemko Medan.

“Tidak ada komunikasi atau izin apa pun dari Pemko,” tegasnya.

Ia mengatakan investigasi internal sedang dilakukan untuk mengetahui siapa yang memberikan akses kepada komunitas tersebut.

“Saya sudah minta jajaran mencari tahu siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, T Chainuniza. Ia memastikan Dispora tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan Stadion Teladan untuk aktivitas komunitas lari.

Menurutnya, stadion saat ini masih berada dalam pengawasan pihak rekanan proyek karena proses pekerjaan belum sepenuhnya selesai dan belum diserahterimakan kepada Pemko Medan.

“Secara resmi pengelolaan Stadion Teladan belum diserahkan kepada kami. Jadi kami belum bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas di sana,” ujarnya.

Chainuniza menduga akses masuk kemungkinan diberikan oleh pihak pengamanan atau penanggung jawab di lapangan.

“Sebaiknya ditanyakan ke sekuriti di sana. Bisa jadi ada pihak tertentu yang memberi akses sehingga mereka bisa masuk,” katanya.

Ia berharap polemik tersebut segera terang agar publik mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas masuknya komunitas lari ke stadion yang masih steril.

“Kita berharap persoalan ini segera clear. Pihak yang memberi izin juga harus terbuka ke publik,” ucapnya.

Sebelumnya, aktivitas Banban Running Club di Stadion Teladan menuai sorotan publik setelah sejumlah anggotanya terlihat berlari hingga menginjak rumput stadion yang masih dalam masa perawatan.

Kegiatan itu sempat diunggah di media sosial komunitas tersebut pada Rabu malam (27/5/2026). Dalam unggahan itu, mereka mengaku menjadi komunitas pertama yang merasakan atmosfer Stadion Teladan sebelum dipakai untuk pertandingan resmi AFF U-19 2026.

Unggahan tersebut kemudian memicu kritik dari warganet yang mempertanyakan lemahnya pengamanan stadion. Video kegiatan itu diketahui telah dihapus dari media sosial sehari setelahnya. (Red)