Dewan Dorong Bapenda Medan Berinovasi, Sebut Potensi Peningkatan PAD Masih Sangat Besar

redaksi
2 Jun 2026 23:38
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota DPRD Kota Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Lily, mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melakukan berbagai inovasi guna mengoptimalkan penerimaan PAD. Menurutnya, hasil penelusuran dan kunjungan lapangan yang dilakukan Pansus menunjukkan masih terbuka peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Hal tersebut disampaikan Lily saat menanggapi berbagai potensi sumber pendapatan yang dinilai belum tergarap maksimal, Selasa (2/6/2026).

“Kita sudah melakukan penelusuran dan kunjungan. Hasil temuan kita, peluang untuk peningkatan PAD sangat besar. Untuk itu kita harapkan Bapenda melakukan sejumlah inovasi,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, berdasarkan hasil kerja Pansus, masih ditemukan potensi kebocoran PAD yang perlu segera diminimalisir melalui pengawasan yang lebih ketat dan langkah antisipatif yang terukur.

Menurut Lily, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mempercepat digitalisasi sistem perpajakan daerah. Melalui sistem pembayaran non-tunai dan pelaporan pajak secara daring, potensi kebocoran penerimaan dapat ditekan sekaligus mempermudah pelayanan kepada wajib pajak.

“Digitalisasi sistem penting dilakukan melalui pembayaran non-tunai dan pelaporan pajak secara online untuk mencegah kebocoran serta mempermudah wajib pajak,” katanya.

Selain itu, Lily juga mendorong Bapenda melakukan pemutakhiran data wajib pajak secara berkala, khususnya untuk sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Menurutnya, pendataan yang akurat akan membantu pemerintah daerah meningkatkan potensi penerimaan dari sektor perpajakan yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama PAD Kota Medan.

Tak hanya sektor pajak, Lily juga menilai pengelolaan aset daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu dioptimalkan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi pemerintah daerah.

Ia menyebut revitalisasi aset milik Pemko Medan yang belum produktif dapat menjadi salah satu strategi untuk menambah pendapatan daerah melalui skema pemanfaatan maupun kerja sama investasi.

Selain itu, Lily mengusulkan pemberian berbagai kemudahan bagi investor untuk mendorong masuknya investasi baru ke Kota Medan. Menurutnya, bertambahnya investasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan dari sektor pajak hotel, restoran, hiburan, dan sektor usaha lainnya.

“Intinya, sumber PAD dari restoran, parkir, reklame, sewa aset milik Pemko, dan hotel masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lily menambahkan bahwa peningkatan PAD tidak hanya dapat dilakukan melalui intensifikasi perpajakan, tetapi juga melalui ekstensifikasi atau perluasan basis wajib pajak baru yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ia berharap berbagai rekomendasi yang disampaikan Pansus dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bapenda Kota Medan dalam menyusun strategi peningkatan PAD yang lebih efektif dan berkelanjutan. (Reza)