Bobby Nasution Sigap Bantu Kontingen Pesparawi Sumut, RE Nainggolan: Pemimpin yang Hadir Saat Dibutuhkan

redaksi
26 Jun 2026 21:59
Medan News 0 1
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Respons cepat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mengatasi kendala kepulangan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut dari Manokwari, Papua Barat, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Sumut, RE Nainggolan, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata seorang pemimpin terhadap warganya.

Apresiasi itu disampaikan RE Nainggolan saat berada di Kantor Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh, Jalan Gaperta Nomor 309, Medan, Jumat (26/6/2026).

Menurut mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut periode 2008-2010 tersebut, Bobby Nasution menunjukkan sikap responsif dan empati ketika mengetahui ratusan anggota kontingen Pesparawi Sumut menghadapi kendala biaya untuk kembali ke Medan usai mengikuti ajang nasional di Manokwari.

“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa. Seorang pemimpin yang benar-benar hadir, inklusif, responsif, mampu merasakan kesulitan masyarakat dan segera mencari jalan keluar,” kata RE Nainggolan.

Ia menjelaskan, keberangkatan kontingen Pesparawi Sumut sebelumnya telah mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumut sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung partisipasi kontingen yang dipimpin Pdt Berkat Laoly pada ajang Pesparawi Nasional.

Namun setelah kegiatan berlangsung, muncul persoalan akibat melonjaknya harga tiket pesawat yang membuat anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk membiayai kepulangan seluruh peserta ke Sumatera Utara.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setdaprov Sumut, Abu Kosim, mengatakan persoalan tersebut kemudian disampaikan pimpinan kontingen kepada Gubernur Sumut.

“Pdt Berkat Laoly menyampaikan kondisi yang dihadapi kontingen, khususnya terkait kebutuhan tiket kepulangan sebanyak 113 orang. Setelah dihitung, kebutuhan tambahan dana sekitar Rp1,3 miliar,” ujar Abu Kosim.

Mendapat laporan tersebut, Bobby Nasution langsung mengambil langkah untuk memastikan seluruh peserta dapat kembali ke Medan tanpa mengalami kendala.

Bagi RE Nainggolan, respons cepat tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, terutama mereka yang sedang menjalankan tugas membawa nama daerah di tingkat nasional.

“Bayangkan kalau persoalan ini tidak segera ditangani. Ada 113 orang yang sudah menjalankan tugas membawa nama Sumatera Utara, tetapi terkendala untuk pulang. Perhatian seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir,” ujarnya.

Ketua MPKW Sumut-Aceh itu juga menilai perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan program besar, tetapi juga dari kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi rasa aman dan solusi. Apa yang dilakukan Gubernur Sumut dalam persoalan kontingen Pesparawi ini merupakan contoh kepemimpinan yang patut dihargai,” katanya.

RE Nainggolan berharap semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan di Sumatera Utara.

“Semoga semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam kepemimpinan di Sumatera Utara,” tutupnya. (Reza)