Komisi VII DPR RI Dukung Bobby Berantas Pungli di Objek Wisata Sumut

redaksi
10 Jul 2026 13:43
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Komisi VII DPR RI mendukung langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di berbagai objek wisata di Sumatera Utara.

Dukungan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, saat berkunjung ke Arena PRSU di Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Bane, praktik pungli tidak boleh dibiarkan karena merugikan masyarakat dan berpotensi merusak citra pariwisata daerah di mata wisatawan.

“Namanya pemberantasan pungli, tentu itu hal yang baik. Artinya tidak boleh ada pungli di mana pun,” katanya.

Bane menegaskan upaya memberantas pungli tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan objek wisata di daerah masing-masing.

Ia juga menyinggung dugaan pungli yang terjadi di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Karo. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat bersama aparat keamanan.

“Kalau kejadian yang terjadi di Kabupaten Karo, itu menjadi kewenangan utama bupati dan juga aparat keamanan di sana,” ujarnya.

Bane menilai praktik pungli masih menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan sektor pariwisata di Sumatera Utara. Keberadaan pungli, kata dia, dapat menimbulkan kesan negatif dan mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Karena itu, ia menegaskan setiap objek wisata harus menerapkan tarif yang jelas dan resmi. Pengunjung juga berhak memperoleh bukti pembayaran atas setiap tiket atau retribusi yang dikenakan.

“Kalau harga tiket masuk sudah ditetapkan sekian, ya harusnya sebesar itu. Tidak perlu ada lagi kutipan lain. Pembayaran juga harus disertai kuitansi atau bukti resmi, bukan pungutan tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.

Bane berharap langkah pemberantasan pungli yang digencarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat dijalankan secara konsisten dan mendapat dukungan dari seluruh pemerintah daerah.

Menurutnya, pariwisata yang bersih dari pungli akan meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata Sumatera Utara di tingkat nasional maupun internasional. (Reza)