Relokasi SMKN 1 Gido Mulai Dikerjakan, Warga dan Siswa Apresiasi Langkah Bobby Nasution

redaksi
16 Jul 2026 09:23
News Sumut 0 26
2 menit membaca

NIAS, kaldera.id – Relokasi SMK Negeri 1 Gido di Kabupaten Nias yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendapat sambutan positif dari warga dan siswa. Pembangunan sekolah baru yang saat ini sedang berlangsung dinilai menjadi solusi atas kondisi sekolah lama yang selama bertahun-tahun kerap dilanda banjir dan dinilai tidak lagi layak untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pembangunan lokasi baru SMKN 1 Gido ditinjau langsung Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution saat berkantor di Kepulauan Nias, Rabu (15/7/2026).
Sekolah baru tersebut dibangun di atas lahan seluas dua hektare di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Relokasi dilakukan karena lokasi lama yang berada di kawasan Pantai Somi sering mengalami genangan air saat hujan sehingga mengganggu aktivitas belajar siswa.

Warga setempat, Rosdwita Waruwu, mengaku menyambut baik pembangunan sekolah baru tersebut. Menurutnya, kondisi sekolah lama sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena tidak memberikan kenyamanan bagi siswa.

“Dulu sekolahnya yang di Jalan Pantai Somi kondisinya tidak layak karena sering banjir. Jadi kami senang karena sekarang dibangun sekolah yang baru,” kata Rosdwita.

Ia berharap pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga para siswa segera menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik.
“Harapan kami pembangunan sekolah ini cepat selesai supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan siswa SMKN 1 Gido, Leonard Susanto Laoli. Siswa kelas XII itu mengaku selama ini proses belajar mengajar sering terganggu akibat kondisi bangunan sekolah lama.

Menurut Leonard, saat musim hujan ruang belajar kerap terdampak genangan air, sedangkan saat cuaca panas kondisi kelas menjadi kurang nyaman untuk digunakan belajar.
“Kalau hujan sering banjir, kalau panas ya terasa panas. Jadi memang kurang nyaman untuk belajar,” katanya.
Ia berharap pembangunan sekolah baru dapat segera rampung sehingga siswa dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung kegiatan pendidikan.

“Senang tentunya sekolah kami dibantu dan dibangun yang baru. Semoga cepat selesai supaya bisa segera digunakan,” ucap Leonard.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution menjelaskan relokasi dilakukan karena lokasi sekolah lama berada di lahan pertanian basah yang rentan tergenang air. Selain itu, kawasan tersebut dinilai kurang aman untuk pengembangan fasilitas pendidikan dalam jangka panjang.

Pembangunan tahap pertama SMKN 1 Gido ditargetkan selesai pada November 2026 dan dapat langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berencana menambah ruang kelas pada tahap berikutnya pada tahun 2027. (Reza)