Wabup Dorong UMKM Deli Serdang Kantongi Sertifikat Halal

redaksi
26 Agu 2026 19:58
Medan News 0 7
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar.

Ajakan itu disampaikan Lom Lom saat menghadiri pembukaan Sumut Halal Fest 2026 di Halaman Parkir Belakang Kantor Gubernur Sumatera Utara (Eks Medan Club), Rabu (26/8/2026).

Menurut Lom Lom, sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen, tetapi juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk UMKM.

“Sertifikasi halal memberikan kepastian hukum, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” kata Lom Lom.

Ia menilai penguatan sertifikasi halal menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM Deli Serdang lebih kompetitif dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Karena itu, Pemkab Deli Serdang mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai program fasilitasi sertifikasi halal yang disiapkan pemerintah.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha di Deli Serdang memanfaatkan kesempatan ini agar produk-produk daerah semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan masih rendahnya jumlah UMKM yang memiliki sertifikat halal di Sumut. Dari sekitar 1,4 juta UMKM, baru sekitar 100 ribu yang telah tersertifikasi.

Untuk mempercepat peningkatan jumlah produk halal, Pemprov Sumut berencana menambah kuota sertifikasi halal gratis dari 1.000 menjadi 5.000 UMKM per tahun mulai 2027.

“Masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan,” kata Bobby.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ameriza M Moesa mengatakan ekonomi syariah memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangannya mencakup berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, pariwisata ramah muslim, pertanian, industri kreatif hingga UMKM.

“Ekonomi syariah telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting,” ujarnya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menambahkan Sumatera Utara memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan industri halal nasional karena didukung jumlah UMKM yang besar.

“Dengan semakin meningkatnya produk halal dari Sumatera Utara, akan semakin terbuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan UMKM,” katanya.

Sumut Halal Fest 2026 berlangsung pada 26-27 Agustus dan diisi dengan workshop sertifikasi halal bagi 1.000 UMKM, seminar ekonomi syariah, rapat penyusunan program kerja ekonomi syariah, serta tabligh akbar. (Reza)