Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Bahas Kerja Sama Transportasi, Sampah hingga Kakao

redaksi
25 Agu 2026 11:10
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, David Jordens, membahas peluang kerja sama di bidang transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, kesehatan hingga pengembangan komoditas kakao Sumatra Utara.

Pembahasan itu berlangsung saat Rico menerima kunjungan kehormatan David Jordens di Balai Kota Medan, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rico memperkenalkan Medan sebagai ibu kota Sumatera Utara sekaligus pintu gerbang internasional di Pulau Sumatra yang memiliki posisi strategis untuk pengembangan investasi dan kerja sama internasional.

“Selamat datang di Kota Medan. Medan merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus pintu gerbang internasional di Sumatra,” kata Rico.

Rico mengatakan Medan memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan UMKM, termasuk produk fesyen yang memadukan unsur budaya dengan desain modern dan berpeluang menembus pasar internasional.

Selain itu, Rico memaparkan upaya Pemko Medan mengembangkan transportasi publik ramah lingkungan melalui penggunaan bus listrik dalam sistem Bus Rapid Transit (BRT).

“Kami sekarang lebih fokus pada bus-bus yang menggunakan listrik. Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mengembangkan transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Rico juga menawarkan peluang kerja sama di sektor pengelolaan sampah. Menurutnya, Pemko Medan tengah mendorong pembenahan sistem persampahan, termasuk menjajaki konsep waste to energy untuk mengubah sampah menjadi sumber energi.

Sementara itu, David Jordens mengatakan Medan menjadi kota pertama di Pulau Sumatra yang dikunjunginya sejak memulai tugas sebagai Duta Besar Belgia di Indonesia pada awal Agustus 2026.

Ia mengaku tertarik mengunjungi Medan karena memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju berbagai wilayah di Sumatra.

“Saya tertarik mengunjungi Medan karena kota ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang internasional dan akses menuju berbagai wilayah di Sumatra,” katanya.

Dalam pertemuan itu, David juga menyampaikan rencana mengaktifkan kembali Konsul Kehormatan Belgia di Medan yang sebelumnya tidak lagi beroperasi.

Menurutnya, keberadaan Konsul Kehormatan akan mempermudah hubungan diplomasi, bisnis dan kerja sama masyarakat antara Belgia dan Kota Medan.

“Konsul Kehormatan di Medan untuk mempermudah jalur diplomasi, bisnis, dan hubungan antarwarga,” ujarnya.

Selain transportasi dan pengelolaan sampah, Belgia juga melihat peluang kerja sama di sektor kakao. David menyebut negaranya memiliki pengalaman panjang dalam industri cokelat dan telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak di Indonesia.

Potensi kakao Sumatera Utara dinilai dapat menjadi salah satu sektor yang dikembangkan melalui kerja sama antara Belgia dan Medan. (Reza)