Direktur Jenderal Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P Bolombo, mengusulkan Kabupaten Deli Serdang menjadi lokasi percontohan Laboratorium Pemerintahan Desa Berdampak di Sumatera Utara bahkan tingkat nasional.
DELISERDANG, kaldera.id – Direktur Jenderal Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P Bolombo, mengusulkan Kabupaten Deli Serdang menjadi lokasi percontohan Laboratorium Pemerintahan Desa Berdampak di Sumatera Utara bahkan tingkat nasional.
Hal itu disampaikan La Ode saat kunjungan kerja ke Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, Deli Serdang memiliki potensi besar untuk menjadi model pembangunan desa karena didukung berbagai program pemberdayaan masyarakat serta penguatan data desa yang dinilai cukup baik.
“Jika data yang disampaikan valid dan presisi, saya akan mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar Deli Serdang menjadi salah satu lokasi piloting Laboratorium Pemerintahan Desa Berdampak di Sumatera bahkan Indonesia,” kata La Ode.
Dalam kunjungan tersebut, La Ode meninjau layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Posyandu sebelum berdialog dengan masyarakat dan pemerintah desa.
Ia menilai Posyandu dan PKK memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
“Posyandu dan PKK merupakan tulang punggung pelayanan masyarakat di desa. Di situlah kebutuhan warga bisa diketahui secara cepat dan tepat,” ujarnya.
La Ode menjelaskan, Kemendagri saat ini tengah menyiapkan program Laboratorium Unit Kerja Pemerintahan Desa Berdampak yang bertujuan melahirkan desa-desa percontohan dengan berbagai kategori, seperti desa produktif, desa digital, ketahanan pangan, ekowisata, desa berintegritas hingga desa jaga ruang.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan desa berbasis data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, pangan, perumahan dan perlindungan sosial.
Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta terlibat aktif dalam pembangunan desa dan tidak bekerja secara sektoral.
“Jangan ada OPD yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus berkolaborasi karena yang dibangun adalah Deli Serdang yang sama dan desa-desa yang sama,” tegasnya.
La Ode turut mengapresiasi sejumlah inovasi yang dijalankan Pemkab Deli Serdang, seperti Program Satu Desa Satu Sarjana dan Gerakan Satu Desa Satu Bedah Rumah.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengatakan kunjungan Dirjen Pemdes menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan desa dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, sejumlah program strategis nasional telah berjalan di Deli Serdang, mulai dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, percepatan penanganan tuberkulosis hingga penurunan stunting.
Salah satu KDMP di Kecamatan Sunggal, kata Asri, telah menjadi pemasok kebutuhan pangan untuk dapur program MBG.
“Ini membuktikan koperasi desa tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga bagian dari ekosistem program strategis nasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Medan Krio Raja Chairul Azmi memaparkan sejumlah program unggulan desa, mulai dari digitalisasi layanan administrasi, program satu desa satu sarjana, pembangunan rumah layak huni, hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Desa Medan Krio juga telah meluncurkan produk Beras KDMP yang berasal dari hasil panen petani setempat sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa. (Reza)