Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, memberikan keterangan terkait pentingnya menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik ASN Pemko Medan pasca kasus Lurah Paya Pasir dan Lurah Aur.
MEDAN, kaldera.id – Dimulainya pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan. Politisi PKS itu meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menyiapkan program pengendalian banjir yang terintegrasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara maksimal.
Menurut Syaiful, pengoperasian awal Bendungan Lau Simeme menjadi kabar baik bagi masyarakat Kota Medan yang selama ini kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
> “Ini harus kita sambut baik. Bendungan Lau Simeme diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengendalian banjir, terutama bagi wilayah Kota Medan dan sekitarnya,” kata Syaiful Ramadhan kepada wartawan di Medan, Minggu (20/9/2026).
Syaiful menilai keberadaan bendungan tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan Medan dan Deli Serdang. Bahkan, menurutnya, manfaat bendungan mulai terlihat dari berkurangnya debit air pada sejumlah aliran yang berkaitan dengan sistem pengendalian banjir.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak bisa hanya bergantung pada Bendungan Lau Simeme. Pemerintah Kota Medan, katanya, harus segera memperkuat infrastruktur pendukung dan menyusun langkah lanjutan yang terukur.
> “Pemko Medan harus segera menyusun program dan perencanaan pengendalian banjir yang terintegrasi. Jangan hanya menunggu bendungan bekerja, tetapi sistem drainase, sungai, kolam retensi dan infrastruktur pendukung lainnya juga harus dipersiapkan,” ujarnya.
Menurut Syaiful, momentum dimulainya initial impounding harus dimanfaatkan sebagai titik awal evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengendalian banjir di Kota Medan.
Ia menegaskan, berbagai proyek pengendalian banjir yang telah direncanakan harus dipercepat agar dapat terhubung dengan fungsi Bendungan Lau Simeme sebagai salah satu infrastruktur utama pengendali debit air di kawasan tersebut.
> “Program pengendalian banjir harus segera dibuat secara jelas, terukur dan berkelanjutan. Kita ingin keberadaan Bendungan Lau Simeme benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Bendungan Lau Simeme yang mulai memasuki tahap pengisian awal pada Kamis (17/9/2026) diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir Sungai Deli, menyediakan air baku, mendukung irigasi, serta menunjang kebutuhan masyarakat di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. (Reza)