Venue Muktamar 2027 Dikebut, Haedar Nashir dan Kapolri Tinjau Kampus Terpadu UMSU

redaksi
28 Sep 2026 20:42
Medan News 0 7
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-49 dan Muktamar ‘Aisyiyah 2027 di Sumatera Utara mulai memasuki tahap penting. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung progres pembangunan sejumlah venue di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (28/9/2026).

Peninjauan berlangsung di Kampus Terpadu UMSU, Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD, para wakil rektor serta organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Kunjungan dilakukan setelah pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026. Rombongan melihat langsung kesiapan fasilitas yang diproyeksikan mendukung pelaksanaan muktamar sekaligus melakukan penanaman pohon durian secara simbolis.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd memaparkan perkembangan pembangunan sejumlah fasilitas utama kepada rombongan.

Menurut Akrim, pembangunan Auditorium Berkemajuan kini mencapai 75,2 persen dengan kapasitas sekitar 7.000 pengunjung. Masjid K.H. Ahmad Dahlan mencapai 47,3 persen, sedangkan Sporthall Walidah telah mencapai 96,6 persen dengan kapasitas 2.500 orang.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pembangunan Kampus Terpadu UMSU mendapat dukungan dari Kapolri dan berbagai pihak. Ia menegaskan fasilitas tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan.

“Kami memohon dukungan yang tulus untuk gedung ini. InsyaAllah ini menjadi investasi bagi usaha Indonesia Emas dan mencerdaskan bangsa. Karena selesai Muktamar, setelah itu akan dipakai sebagai fasilitas kampus yang InsyaAllah akan menjadi kampus terpadu,” ujarnya.

Haedar menyebut kebutuhan fasilitas kampus semakin besar seiring pertumbuhan UMSU. Saat ini, jumlah mahasiswa UMSU disebut telah mencapai sekitar 30 ribu orang dan masih berpotensi bertambah.

“Apalagi mahasiswa UMSU sudah mencapai 30 ribu dan akan semakin bertambah. InsyaAllah kami memberi maslahat untuk masyarakat,” katanya.

Fasilitas yang dibangun tersebut nantinya tetap digunakan setelah rangkaian muktamar berakhir. Auditorium, masjid, dan sporthall diproyeksikan menunjang kegiatan pendidikan, keagamaan, olahraga, serta aktivitas akademik di Kampus Terpadu UMSU.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan venue menghadapi agenda besar Muhammadiyah tersebut.

“Tentunya kita saat ini akan mengecek dan kita mengharapkan agar perjalanan Muktamar bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” kata Listyo Sigit.

Ia juga berharap Muktamar Muhammadiyah mendatang menghasilkan kepemimpinan yang baik dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

“Tentunya ke depan juga menghasilkan pimpinan-pimpinan yang bagus dan bisa menjadi teladan, serta terus menjaga agar Muhammadiyah ini bisa memberikan kontribusi baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kampus Terpadu UMSU menjadi salah satu lokasi penting dalam persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-49 dan Muktamar ‘Aisyiyah 2027. Sejumlah fasilitas berskala besar terus disiapkan agar dapat mendukung pelaksanaan agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan UMSU untuk jangka panjang. (Reza)