Kebersihan Memprihatinkan, Jasa Porter pun bisa Menakutkan

Sejumlah calon penumpang terlihat di Terminal Amplas, Senin (6/1/2020). Terminal ini akan direvitalisasi oleh pemerintah pada tahun ini. (kaldera/finta rahyuni)
Sejumlah calon penumpang terlihat di Terminal Amplas, Senin (6/1/2020). Terminal ini akan direvitalisasi oleh pemerintah pada tahun ini. (kaldera/finta rahyuni)

Melihat Wajah Terminal Amplas yang akan Direvitalisasi Menteri (1)

MEDAN, kaldera.id – Revitalisasi Terminal Amplas yang direncanakan pemerintah tahun ini, dinanti masyarakat. Kondisi Terminal Amplas yang semrawutan menjadi alasan penumpang enggan menggunakan fasilitas terminal yang selama ini dikelola Pemko Medan itu.

Kaldera.id mencoba melihat langsung kondisi terminal tersebut pascapernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang akan merevitalisasi Terminal Amplas, Senin (6/1/2020). Kondisi Terminal Amplas saat ini memang sangat memprihatinkan.

Banyak fasilitas-fasilitas yang hingga kini tak memadai. Misalnya loket-loket yang harusnya menjadi tempat penumpang membeli tiket kini dijadikan tempat tidur dan tempat mabuk-mabukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Di sekitaran terminal masih banyak terlihat sampah-sampah yang berserakan meskipun sudah ada petugas kebersihan yang ditugaskan.

Masyarakat juga mengeluhkan banyaknya calo yang berkeliaran di Terminal Amplas,dan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Dinas Perhubungan terkait hal ini. Asyari, warga Kota Matsum, Medan Area, yang rutin berjualan di terminal itu, mengamini kondisi Terminal Amplas yang semakin tak terurus. “Kondisinya makin lama makin
memperihatinkan, mulai dari loket, kebersihan, kamar mandi hingga keamanan mulai tak diurusi,” ujarnya.

Karena itu, tambahnya penumpang lebih memilih naik atau membeli tiket di terminal-terminal yang berbaris di sekitar Terminal Amplas. Untuk masalah keamanan dan kenyamanan, Terminal Amplas juga kurang baik. Menurutnya, banyak penumpang yang mengeluh.

“Kadang ada barang mereka yang hilang. Ada juga orang yang nanti menawarkan jasa angkut barang (porter) tapi dia minta upah yang tak sesuai. Kalau tidak dikasih nanti dia marah,” pungkasnya.(finta rahyuni)