Andoni IraolaJIKA benar Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih berikutnya, maka keputusan itu bukan sekadar pergantian manajer. Ia adalah upaya mengembalikan DNA Liverpool yang selama ini identik dengan intensitas, keberanian, dan sepak bola yang dimainkan dengan intensitas tinggi.
Iraola pria kelahiran Bilbao, legenda Athletic Bilbao. Ini menarik diketengahkan, sebagai alasan mengapa Iraola cocok untuk Liverpool tidak hanya terletak pada taktiknya. Ada kesamaan historis dan kultural yang sangat kuat antara Liverpool dan Bilbao, sebagai dua kota pelabuhan yang dibangun oleh kelas pekerja, memiliki identitas lokal yang keras kepala, serta menjadikan sepak bola sebagai ekspresi kebanggaan komunitas.
Banyak orang melihat Liverpool dan Bilbao hanya sebagai kota sepak bola. Padahal keduanya memiliki kemiripan yang jauh lebih mendalam. Keduanya adalah kota pelabuhan industri yang pernah mengalami masa kejayaan, lalu mengalami kemunduran ekonomi sebelum bangkit melalui budaya dan identitas lokal. Di Liverpool lahir semangat “Scouse”, sementara di Bilbao berkembang identitas Basque yang sangat kuat.
Karena itu, masyarakat kedua kota memiliki karakter yang hampir sama bangga terhadap daerahnya; menghargai kerja keras; tidak menyukai kemewahan yang berlebihan; lebih menghormati pejuang daripada bintang. Karakter seperti inilah yang membentuk klub sepak bola mereka. Bagi pendukung Liverpool, figur seperti Steven Gerrard lebih dicintai daripada sekadar pemain bintang.
Di Bilbao, hal yang sama terjadi pada Andoni Iraola. Iraola bukan hanya mantan pemain. Ia adalah simbol Athletic Bilbao. Ia tampil lebih dari 500 kali bersama klub dan tumbuh dari akademi Lezama hingga menjadi salah satu kapten tim. Dengan kata lain, ia memahami bagaimana membangun tim yang berakar pada identitas, bukan sekadar kumpulan pemain mahal.
Alasan kedua mengapa Iraola cocok untuk Liverpool adalah filosofi sepak bolanya. Secara taktis, Iraola adalah salah satu murid modern dari pemikiran Marcelo Bielsa. Ketika bermain di Athletic Bilbao, ia berada langsung di bawah Bielsa dan menyerap gagasan-gagasan yang kemudian membentuk karier kepelatihannya.
Pressing agresif; permainan vertikal; transisi cepat; keberanian menyerang; intensitas fisik tinggi. Banyak analis melihat pendekatan ini sangat mirip dengan sepak bola yang diperkenalkan oleh Jürgen Klopp di Liverpool. Karena itu, jika Klopp membangun identitas Liverpool dengan konsep “heavy metal football”, maka Iraola datang membawa genre musik yang hampir sama. Klopp juga datang ke Liverpool dari Borussia Dortmund. Patut diketahui, Dortmund juga sebuah kota pelabuhan di Jerman.
Ia tidak akan memaksa Liverpool memainkan sepak bola lambat dan penuh kontrol seperti sebagian pelatih Spanyol lainnya. Sebaliknya, tim-tim Iraola terkenal menyerang dengan cepat, menekan tinggi, dan mencoba merebut bola kembali dalam hitungan detik setelah kehilangan penguasaan. Bagi publik Anfield, gaya ini terasa jauh lebih familiar dibandingkan pendekatan-posisional yang terlalu berhati-hati.
Ada satu alasan yang lebih dalam daripada statistik dan taktik. Liverpool adalah klub yang selalu memiliki hubungan emosional kuat dengan kota-kota yang merasa berbeda dari pusat kekuasaan nasional. Liverpool sering merasa berbeda dari London. Bilbao selalu merasa berbeda dari Madrid. Kedua kota tumbuh dengan semangat perlawanan budaya yang unik.
Karena itu, seorang pelatih yang lahir dan dibesarkan dalam kultur Basque seperti Iraola kemungkinan akan lebih mudah memahami psikologi Anfield dibandingkan pelatih yang berasal dari lingkungan sepak bola yang lebih korporatis. Ia memahami bahwa klub bukan hanya institusi bisnis.
Klub adalah identitas kolektif masyarakat. Dan itu adalah pelajaran yang ia pelajari selama lebih dari satu dekade membela Athletic Club. Jika Liverpool benar-benar memilih Andoni Iraola, maka itu bukan sekadar perekrutan pelatih berbakat. Itu adalah pertemuan dua budaya sepak bola yang memiliki akar yang mirip.
Liverpool dan Bilbao sama-sama kota pelabuhan, kota pekerja, kota yang bangga terhadap identitasnya. Dari lingkungan seperti itulah Iraola dibentuk. Secara taktik, ia menawarkan pressing dan keberanian yang mengingatkan publik Anfield pada masa terbaik Klopp. Secara budaya, ia membawa nilai-nilai yang selaras dengan jiwa Liverpool: kerja keras, solidaritas, dan keberanian menantang yang lebih kuat.
Karena itu, pertanyaan yang menarik dan tepat menanti Saga Transfer Kepelatihan Liverpool ini, apakah ada pelatih lain di Eropa saat ini yang secara filosofi, budaya, dan identitas lebih dekat dengan jiwa Liverpool dibandingkan seorang anak Bilbao bernama Andoni Iraola?(*)
*)Penulis adalah Dosen UINSU Medan, praktisi media, penggemar sepakbola