Rico Waas: Tanpa Media, Pembangunan Medan Tak Akan Diketahui Publik

redaksi
7 Mei 2026 23:40
Medan News 0 28
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan peran media sangat vital dalam menyampaikan pembangunan Kota Medan kepada masyarakat. Tanpa pemberitaan, berbagai capaian pembangunan dinilai tidak akan diketahui publik.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 2026-2029 di Gedung TP PKK Kota Medan, Kamis (7/5/2026).

“Pembangunan berjalan, jembatan atau gedung terbangun, tapi tanpa pemberitaan, semua itu akan tak ternilai karena masyarakat tidak tahu. Ada Puskesmas rusak kita bangun jadi cantik, kalau tidak ada yang memberitakan, siapa yang tahu? Di sinilah peran vital rekan-rekan sebagai jembatan komunikasi dua arah,” kata Rico Waas.
Di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, dan jajaran perangkat daerah, Rico meminta wartawan Pemko Medan tidak hanya terpaku pada pola penulisan normatif, tetapi mampu menghadirkan karya jurnalistik yang lebih dinamis, tajam, dan menarik minat baca masyarakat.

“Masyarakat kita butuh didorong, butuh digelitik sedikit agar mau membaca. Saya harap program pemerintah bisa diterjemahkan melalui pemberitaan yang beragam, normatif ada, menggelitik ada, dan kritik pun harus ada,” tegasnya.
Rico juga menekankan pentingnya menjaga akurasi di tengah derasnya arus informasi digital dan tuntutan kecepatan publikasi berita.
Menurutnya, wartawan harus tetap mengedepankan kualitas data dan ketepatan informasi meski dituntut bekerja cepat.

Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi anggota PWPM, terutama dalam penanganan peliputan peristiwa darurat dan penguatan kualitas jurnalistik berbasis data.
Selain itu, Rico menitipkan pengawalan informasi terhadap sejumlah proyek strategis di Kota Medan, salah satunya pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang kini berkembang dari lima menjadi 12 ruas.

“PWPM harus menjadi mitra strategis dalam mengawal transformasi besar Kota Medan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWPM periode 2026-2029 Muhammad Edison Ginting menegaskan komitmennya menjaga marwah profesi wartawan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah publik,” kata Edison.
Ia menyebut tantangan jurnalistik saat ini semakin berat karena wartawan dituntut bekerja cepat, namun tetap harus menjunjung prinsip faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Untuk itu, PWPM akan fokus pada program peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan jurnalistik berbasis data, literasi cek fakta, dan penguatan etika jurnalistik.

“Kita tidak boleh kalah oleh teknologi, tetapi kita juga tidak boleh hanya mengikuti tren. Kita harus memimpin dengan kualitas,” tegasnya.
Muhammad Edison Ginting sebelumnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWPM periode 2026-2029 dengan dukungan 58 pengurus dalam susunan kepengurusan organisasi tersebut. (Reza)