Gus Irawan Semangati Mastuti Daulay, Ibu Viral karena Ditandu ke Rumah Sakit

redaksi
13 Mei 2026 08:08
News Sumut 0 8
3 menit membaca

 

TAPSEL, kaldera – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mendatangi kediaman warganya di Kecamatan Sipirok, untuk menjenguk dan memberikan tali asih kepada Mastuti Daulay, seorang ibu rumah tangga (IRT) hamil yang viral ditandu warga sejauh puluhan kilometer saat akan melahirkan.

Mastuti Daulay (35), warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dirinya kemudian viral karena harus ditandu warga ramai-ramai sejauh 30 kilometer demi mendapatkan pertolongan medis untuk persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok, pada Sabtu (9/5/2026).

Setibanya di rumah sakit, Mastuti Daulay menjalani proses persalinan, namun takdir berkata lain. Sebab bayi yang dikandung Mastuti Daulay sudah tak bisa diselamatkan lagi.

Saat ini, Mastuti Daulay belum pulang ke rumahnya di Dusun Aek Nabara, Arse. Ia sedang beristirahat di rumah saudaranya di Pinang Nabaris, Kecamatan Sipirok.

Bupati Gus Irawan yang mendapat kabar ini, lalu bergegas mendatangi rumah tempat Mastuti Daulay beristirahat. Bupati Gus Irawan datang bersama sejumlah pejabatnya, termasuk Sekda Sofyan Adil Siregar. Sementara, Mastuti Daulay didampingi beberapa keluarganya. Pertemuan keduanya terjadi, Selasa, (12/5/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Bupati Gus Irawan juga memberikan santunan atau tali asih kepada Mastuti Daulay.

Menyikapi duka yang meliputi Mastuti Daulay dan suaminya Rinto Aritonang (32), Bupato Gus Irawan turut menyampaikan duka yang mendalam.

“Saya turut merasakan duka mendalam atas musibah yang dialami ibu Mastuti dan keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih ada saudara-saudara di pelosok Tapanuli Selatan yang harus berjuang dengan keterbatasan akses demi memdapat pelayanan kesehatan,” kata Gus Irawan.

Gus Irawan mengatakan, kondisi medan menuju Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, memang sangat berat. Namun, untuk pembukaan jalan terkendala di kawasan hutan lindung.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebenarnya telah mengajukan pembukaan akses jalan melalui program TMMD dan Karya Bhakti bersama TNI. Namun, proses perizinan kawasan hutan lindung masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama,” terang Gus Irawan.

Begitu pun, aku Gus Irawan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk menambah pos kesehatan desa di berbagai wilayah Tapsel.

“Namun kita juga harus memahami bahwa pelayanan kesehatan yang baik harus didukung konektivitas dan akses jalan yang memadai agar masyarakat bisa cepat mendapatkan pertolongan saat dibutuhkan,” tuturnya.

*Berkunjung ke Desa Dalihan Natolu*
Usai menjenguk dan memberi tali asih kepada Mastuti Daulay, Bupati Gus Irawan bersama rombongan menuju Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse.

Dengan memakai helm dan sarung tangan, Bupati Gus Irawan terlihat berada di posisi paling depan mengendarai motor trail untuk menuju ke Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu. (efri/red)