Wagub Sumut Dorong Percepatan Investasi Migas dan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat

redaksi
11 Mei 2026 17:19
Medan News 0 19
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mendorong percepatan investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di Sumut melalui pemangkasan birokrasi perizinan dan rekomendasi investasi.

Hal tersebut disampaikan Surya saat menerima audiensi perwakilan SKK Migas bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mendukung kelancaran investasi migas agar segera terealisasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya.

Selain percepatan investasi, Surya juga meminta Pertamina dan instansi terkait membantu legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat agar pengelolaannya dapat dilakukan secara legal dan aman.

Menurutnya, inventarisasi dan legalisasi sumur minyak rakyat penting untuk meningkatkan produksi sekaligus memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) CW Wicaksono mengatakan wilayah Sumbagut memiliki kontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional.
Menurutnya, dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sebanyak 60 persen kegiatan operasional berada di wilayah Sumbagut.

SKK Migas juga menargetkan investasi sekitar US$300 juta masuk ke Sumatera Utara untuk mendukung pengembangan sektor migas di daerah.

“Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan akan semakin sulit,” ujar Wicaksono.

Selain itu, SKK Migas berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi dan Sumatera Selatan guna mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi General Manager Pertamina Reza Rahardian menyampaikan Pertamina bersama perusahaan asal Jepang, Japex, akan mengembangkan wilayah migas di Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.

Pengeboran dua sumur baru dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027.
Pertamina juga melaporkan perkembangan positif di lapangan migas Pangkalan Susu.

Setelah pengujian di Pulau Panjang menunjukkan hasil baik, perusahaan berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, guna mendukung pasokan gas industri di Sumut. (Reza)