Bobby Sentil PLN dan Ungkap Efek MBG yang Ubah Peta Sekolah Favorit

redaksi
14 Jun 2026 17:27
Medan News 0 1
4 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengungkap dua fenomena yang kini menjadi perhatian masyarakat Sumut, yakni perubahan tren sekolah favorit akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampak pemadaman listrik yang masih berulang di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sumatera Utara di Gedung IKM, Deliserdang, Minggu (14/6/2026). Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Dalam sambutannya, Bobby mengaku menerima laporan dari para bupati dan wali kota mengenai perubahan pola pilihan masyarakat dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Menurut Bobby, sekolah yang telah menjalankan program MBG kini menjadi tujuan utama para calon siswa dan orang tua, menggeser tren lama yang menempatkan sekolah-sekolah favorit sebagai pilihan utama.

“Kami baru saja selesai melakukan proses penerimaan peserta didik baru. Dari situ kami melihat adanya perubahan fenomena. Peminat paling banyak justru sekolah yang telah mendapat program MBG,” kata Bobby.

Ia menjelaskan, pada masa lalu sekolah favorit identik dengan sekolah yang dianggap memiliki peluang besar meluluskan siswa ke perguruan tinggi ternama. Namun kini, program MBG menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan masyarakat.

“Kalau dulu peminatnya sekolah negeri favorit karena bisa melanjutkan ke perguruan tinggi favorit. Sekarang tidak lagi. Saya tegaskan, kami di Sumut sangat setuju dengan MBG. Program ini menjadi hal yang krusial dan manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak di daerah. Mungkin isu di Jakarta berbeda, tetapi di Sumut MBG sangat diperlukan,” ujarnya.

Selain menyoroti MBG, Bobby juga kembali menyampaikan keluhan terkait pemadaman listrik yang masih sering terjadi di Sumatera Utara. Di hadapan Zulkifli Hasan, ia meminta bantuan agar persoalan tersebut dapat dibicarakan dengan PT PLN sehingga segera mendapat solusi.

Bobby bahkan menyinggung insiden lampu yang sempat padam sesaat sebelum acara pelantikan dimulai.

“Tadi sebelum acara dimulai lampu sempat dimatikan sebentar lalu hidup lagi. Saya lihat wajah yang hadir ada yang biasa saja dan ada yang trauma. Yang biasa mungkin sudah paham situasinya, sementara yang lain cemas karena trauma akibat pemadaman listrik,” katanya.

Menurut Bobby, persoalan listrik telah menjadi pembahasan serius antara pemerintah daerah dan DPRD karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau Ketum bicara soal ini dengan PLN, saya pikir selesai. Apalagi ada kader PAN yang duduk di kursi legislatif. Kami juga berharap ada kompensasi dari PLN atas pemadaman yang terjadi karena dampaknya dirasakan pelaku usaha,” ujarnya.

Bobby mengusulkan kompensasi berupa potongan tagihan listrik atau pembebasan pembayaran listrik selama periode tertentu bagi pelanggan yang terdampak.

Ia juga mengungkapkan bahwa gangguan listrik sempat memicu terganggunya pelayanan air bersih akibat kerusakan peralatan pengolahan air.

“Kami juga melaporkan kepada Pak Menteri bahwa sempat terjadi pemadaman air. Hal itu karena mesin pengolahan air rusak akibat pemadaman listrik. Saat ini sudah diperbaiki dan kembali normal,” katanya.

Bobby menambahkan, ketidakstabilan listrik menyebabkan sejumlah peralatan penting mengalami kerusakan.

“Akibat pemadaman listrik, mixer kami rusak. Bagaimana tidak, listrik hidup dan mati terus sehingga menjadi tidak stabil. Kami berharap ke depan di Sumut tidak ada lagi pemadaman listrik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menegaskan kedekatannya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Ia menyebut Zulhas sebagai salah satu tokoh yang banyak membantunya saat pertama kali terjun ke dunia politik.

“Tadi saat yel-yel PAN Menang saya tidak ikut karena saya masih Gerindra. Tapi kalau satu komando dengan Zulkifli Hasan, saya ikut. Pak Zulhas adalah salah satu guru politik saya. Beliau banyak membantu saya ketika baru masuk dunia politik. Apalagi PAN merupakan salah satu partai pendukung saat saya maju sebagai Gubernur Sumatera Utara,” kata Bobby.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menegaskan PAN lahir dari semangat reformasi dan tetap berkomitmen memperjuangkan cita-cita para pendiri bangsa.

Menurutnya, PAN ingin mengembalikan semangat Indonesia merdeka yang berlandaskan Pancasila, gotong royong, kesetaraan, dan keadilan sosial.

“PAN lahir dari pergerakan reformasi, bukan karena kekecewaan. Kami ingin mengembalikan cita-cita Indonesia merdeka sesuai dengan Pancasila. Inilah yang harus dijelaskan kepada masyarakat,” ujar Zulhas.

Ia juga menegaskan komitmen PAN untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menjaga koalisi jangka panjang bersama Partai Gerindra.

“Kita sudah tiga periode bersama Pak Prabowo dan baru kali ini menang. Karena kita setia kepada perjuangan dan cita-cita partai. Apa yang dicita-citakan Pak Prabowo, itulah yang menjadi perjuangan kita bersama,” katanya.

Zulhas optimistis koalisi PAN dan Gerindra mampu menjadi kekuatan besar di Sumatera Utara pada Pemilu 2029. Ia meminta seluruh kader menjaga soliditas, memperkuat jaringan hingga tingkat bawah, serta terus hadir di tengah masyarakat.

“Jadilah seperti matahari. Matahari selalu menyinari dan tidak pernah ingkar janji. PAN juga harus seperti itu, selalu hadir untuk rakyat,” tegasnya. (Reza)