Messi masih menjadi andalan Argentina saat hadapi Aljazair di penyisihan Grup J. Foto; google
MEDAN, kaldera.id – Sorotan utama saat Argentina menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Rabu (17/6/2026), bukan hanya tertuju pada status juara bertahan yang dibawa Albiceleste. Di atas lapangan, perhatian dunia juga akan mengarah pada duel dua maestro yang selama bertahun-tahun menjadi jantung permainan tim masing-masing: Lionel Messi dan Riyad Mahrez.
Messi datang ke Amerika Serikat dengan status legenda hidup sepak bola dunia. Di usia 38 tahun, kapten Argentina itu masih menjadi pusat kreativitas permainan tim asuhan Lionel Scaloni. Bahkan menjelang laga pembuka, Scaloni dan para pemain Argentina kembali menegaskan betapa pentingnya peran Messi dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022.
Namun di kubu lawan, Aljazair juga memiliki sosok yang tak kalah berpengaruh. Riyad Mahrez tetap menjadi pemimpin permainan The Desert Foxes. Pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa membuat pemain sayap tersebut menjadi senjata utama tim asuhan Vladimir Petkovic saat menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Pertandingan ini diperkirakan menghadirkan pertarungan menarik antara dua pemain dengan karakter berbeda. Messi lebih sering bergerak bebas mencari ruang di antara lini lawan, mengatur tempo dan menciptakan peluang dari kaki kirinya yang mematikan. Sementara Mahrez mengandalkan kemampuan menggiring bola, visi permainan dan umpan-umpan terukur untuk membongkar pertahanan lawan.
Secara taktik, Argentina diprediksi tampil dominan sejak menit awal. Scaloni kemungkinan mengandalkan penguasaan bola tinggi dengan dukungan Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister dan Rodrigo De Paul untuk memberi ruang bagi Messi beroperasi di area sepertiga akhir lapangan. Scaloni juga telah mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengulangi kesalahan saat kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022.
Di sisi lain, Petkovic diyakini memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Aljazair diperkirakan bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat yang dipimpin Mahrez. Strategi ini dianggap menjadi peluang terbaik untuk meredam dominasi Argentina sekaligus memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan saat menyerang.
Meski Argentina lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad dan kualitas individu yang lebih merata, duel Messi dan Mahrez berpotensi menjadi penentu arah pertandingan. Satu momen kecerdikan, satu umpan terobosan, atau satu sentuhan magis dari keduanya bisa mengubah jalannya laga dalam hitungan detik.
Di atas kertas, Argentina masih layak difavoritkan meraih tiga poin. Namun seperti yang kerap terjadi di Piala Dunia, pertandingan pembuka sering kali menghadirkan cerita berbeda. Dan jika Messi adalah otak permainan Albiceleste, maka Mahrez adalah harapan Aljazair untuk menciptakan kejutan pertama di Grup J. (Reza)