Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Zulham Efendi Soroti Keamanan, Banjir hingga Pelayanan Publik

redaksi
1 Jul 2026 21:02
Medan News 0 2
3 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 pada 1 Juli 2026 harus menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, yang menilai pembangunan Kota Medan perlu semakin berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.
Menurut Zulham, perayaan hari jadi kota tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus menjadi sarana refleksi atas capaian pembangunan sekaligus tantangan yang masih harus diselesaikan.

“Selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Ini bukan sekadar momentum untuk merayakan usia kota, tetapi juga saat yang tepat untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperbaiki demi menghadirkan Medan yang benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, maju, dan berkeadilan,” ujar Zulham usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (30/6/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai maraknya aksi begal, tawuran antarkelompok, geng motor, serta berbagai tindak kejahatan jalanan masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Keamanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum harus semakin memperkuat langkah-langkah pencegahan, penegakan hukum, serta pembinaan generasi muda agar angka kriminalitas dan tawuran dapat ditekan,” tegasnya.

Selain masalah keamanan, Zulham juga menyoroti persoalan banjir dan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah Kota Medan. Menurutnya, perbaikan drainase, normalisasi sungai, pembangunan jalan lingkungan, hingga pemeliharaan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas pembangunan yang berkelanjutan.

“Setiap musim hujan masih banyak kawasan yang tergenang. Ini menunjukkan perlunya penyelesaian yang lebih komprehensif, bukan sekadar penanganan sementara,” katanya.
Di sektor pelayanan publik, Zulham mendorong Pemerintah Kota Medan untuk terus memperkuat reformasi birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan profesional.

“Birokrasi harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Digitalisasi pelayanan harus benar-benar dirasakan manfaatnya sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan profesional,” ujarnya.

Persoalan kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian. Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat harus diimbangi dengan penguatan sistem transportasi publik dan penataan lalu lintas yang lebih efektif.

“Kita membutuhkan penguatan transportasi publik, rekayasa lalu lintas yang efektif, serta pembangunan infrastruktur transportasi yang mampu mengurangi kemacetan di titik-titik padat Kota Medan,” ungkapnya.
Pada sektor pendidikan, Zulham menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi investasi utama bagi Kota Medan. Pemerintah diharapkan terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, serta memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.
Sementara itu, di bidang ekonomi, ia mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas lapangan kerja, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat. UMKM harus terus diberdayakan, lapangan kerja diperluas, dan iklim investasi dijaga agar mampu mendorong kesejahteraan warga Kota Medan,” pungkasnya. (Reza)