Dari Medan, Rico Waas Serukan Kolaborasi dan Inovasi Antarkota

redaksi
2 Jul 2026 12:14
Medan News 0 6
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menjadikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI sebagai momentum melahirkan solusi dan aksi nyata bagi pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat membuka Rakernas XVIII APEKSI yang secara resmi dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Pembukaan Rakernas dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi, para wali kota se-Indonesia, jajaran pengurus APEKSI, unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan rasa bangga karena Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan para wali kota dari seluruh Indonesia.

“Selamat datang di Kota Medan. Kami merasa terhormat karena Bapak dan Ibu sekalian hadir di Kota Medan. Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan pengalaman terbaik selama berada di sini,” ujar Rico.

Menurut Rico, Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026 bukan hanya menjadi forum silaturahmi antarkepala daerah, tetapi juga ruang strategis untuk mencari solusi atas berbagai persoalan perkotaan.

Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas diisi berbagai agenda seperti Youth City Changers (YCC), Forum Pangan, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi dan Informatika, Forum Bappeda, Forum Investasi, Ladies Program, hingga Indonesia City Expo.

Rico berharap seluruh diskusi yang berlangsung mampu menghasilkan terobosan nyata terkait ketahanan fiskal daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga mitigasi bencana.

“Kami berharap forum ini tidak berakhir hanya menjadi rekomendasi atau dokumen semata. Komitmen yang dibangun harus diwujudkan dalam aksi nyata dan diterapkan di kota masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rico juga memperkenalkan inovasi digitalisasi perpajakan restoran bernama QRESTO yang dikembangkan Pemerintah Kota Medan bersama Bank Indonesia dan Bank Sumut.

Melalui sistem tersebut, pembayaran pelanggan di restoran akan langsung terintegrasi dengan sistem perpajakan sehingga pajak restoran sebesar 10 persen otomatis masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Menurut Rico, inovasi tersebut menjadi salah satu langkah memperkuat transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan pajak daerah.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, pengawalan program strategis nasional, realisasi janji politik, hingga perkembangan media sosial yang memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.

Karena itu, Bima mendorong pemerintah kota terus berinovasi dalam meningkatkan PAD, memperluas skema pembiayaan pembangunan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha, serta memperkuat identitas daerah melalui city branding.

“Solusi atas berbagai tantangan itu sebenarnya ada di daerah. Praktik-praktik terbaik banyak lahir dari kota-kota yang dipimpin oleh rekan-rekan kepala daerah sendiri,” kata Bima.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas APEKSI di Kota Medan. Menurutnya, forum tersebut selama ini telah banyak melahirkan rekomendasi yang membantu pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan.
Namun Bobby mengusulkan agar hasil Rakernas tidak hanya ditujukan kepada pemerintah pusat, melainkan juga disampaikan kepada pemerintah provinsi melalui komisariat wilayah APEKSI.

“Ke depan rekomendasi APEKSI juga perlu disampaikan kepada pemerintah provinsi. Banyak persoalan daerah yang bisa lebih cepat ditangani melalui sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi,” ujar Bobby.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi menegaskan Rakernas merupakan wadah memperkuat kolaborasi antarkota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurut Wali Kota Surabaya itu, semangat utama APEKSI adalah saling berbagi pengalaman dan inovasi agar tidak ada kota yang tertinggal.
“Tidak ada kota yang paling baik. Ketika satu kota memiliki kelebihan, maka kelebihan itu harus dibagikan untuk membantu kota lainnya. Itulah semangat APEKSI,” kata Eri. (Reza)