Cristiano Ronaldo bersama Luka Modric saat masih membela Real Madrid. Keduanya akan adu kejeniusan saat Portugal bertemu Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia di Stadion Toronto, Jumat (3/7/2026).
MEDAN, kaldera.id – Panggung besar kembali mempertemukan dua maestro yang menolak tunduk pada usia. Cristiano Ronaldo dan Luka Modric akan saling berhadapan saat Portugal menantang Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB.
Bagi sebagian pemain, usia 40 tahun adalah masa pensiun. Namun bagi Ronaldo dan Modric, usia hanyalah angka. Keduanya masih menjadi pusat permainan negaranya masing-masing dan akan kembali memimpin pertempuran hidup-mati demi tiket ke babak 16 besar.
Laga ini bukan sekadar duel Portugal melawan Kroasia. Ini adalah adu kecerdasan dua mesin tempur tua yang telah mengoleksi hampir semua gelar bergengsi di level klub maupun individu. Ronaldo menawarkan naluri pembunuh di kotak penalti, sementara Modric tetap menjadi dirigen yang mengatur tempo permainan dengan umpan-umpan presisi.
Portugal datang ke fase gugur dengan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan. Pasukan Roberto Martinez finis sebagai runner-up Grup K setelah bermain imbang melawan RD Kongo dan Kolombia serta menghancurkan Uzbekistan 5-0. Meski belum tampil dominan, kualitas individu skuad Portugal membuat mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara.
Sebaliknya, Kroasia menunjukkan tren yang lebih positif. Setelah dibungkam Inggris pada laga pembuka, tim asuhan Zlatko Dalic bangkit dengan kemenangan atas Panama dan Ghana untuk mengamankan posisi runner-up Grup L.
Secara head to head, Portugal memiliki kenangan manis atas Kroasia. Pertemuan paling terkenal terjadi pada babak 16 besar Euro 2016 ketika gol Ricardo Quaresma pada menit-menit akhir perpanjangan waktu mengantar Portugal menang 1-0. Portugal kemudian melaju hingga menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya.
Di atas kertas, Roberto Martinez diperkirakan tetap mengandalkan Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak. Dukungan serangan akan datang dari Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Pedro Neto, Vitinha dan Joao Neves. Di lini belakang, Ruben Dias menjadi pemimpin pertahanan yang akan menjaga gawang Diogo Costa.
Sementara Kroasia masih akan bertumpu pada pengalaman Luka Modric. Gelandang veteran itu kemungkinan didampingi Martin Baturina dan Petar Sucic yang tampil impresif sepanjang fase grup. Dominik Livakovic tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, sedangkan Josip Stanisic dan Josko Gvardiol menjadi andalan di sektor pertahanan.
Menjelang pertandingan, Zlatko Dalic mencoba meredam sorotan duel Ronaldo versus Modric. Pelatih Kroasia itu menilai pertandingan akan lebih ditentukan oleh pertarungan lini tengah dan efektivitas menjalankan taktik selama 90 menit.
Namun publik sepak bola dunia tentu sulit mengabaikan magnet dua legenda tersebut. Ronaldo masih berbahaya ketika mendapat ruang di area penalti. Di sisi lain, Modric tetap menjadi otak permainan Kroasia yang mampu mengendalikan ritme pertandingan melalui visi dan kecerdasannya membaca situasi.
Jika Ronaldo unggul dalam urusan penyelesaian akhir dan mentalitas pemenang, maka Modric menawarkan kecerdasan taktik serta kemampuan menghidupkan permainan tim. Di Toronto nanti, hanya satu yang akan melangkah lebih jauh.
Dan mungkin, satu di antara dua legenda itu akan memainkan salah satu pertandingan Piala Dunia terakhir dalam karier luar biasa mereka.