Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

redaksi
14 Jul 2026 20:22
Medan News 0 1
4 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumut dalam kondisi aman. Kelangkaan yang terjadi di sejumlah SPBU disebut bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Medan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari Pertamina, persoalan utama saat ini berada pada distribusi BBM dari depot ke SPBU.

“Tadi disampaikan Pertamina, sebenarnya bukan BBM-nya yang langka. Yang menjadi kendala adalah distribusinya karena pengemudi truk pengangkut BBM berkurang. Informasi yang kami terima terjadi pemberhentian massal sehingga armada pengangkut tidak bisa beroperasi secara normal,” kata Bobby.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI dan Polri guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan normal.

Bobby mengatakan pihaknya meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk membantu proses distribusi, baik sebagai pengemudi maupun pengamanan armada pengangkut BBM apabila dibutuhkan.

“Mulai malam ini kami minta tim dari TNI dan Polri siap. Tinggal menunggu kebutuhan yang disampaikan Pertamina, berapa jumlah personel yang diperlukan untuk membantu distribusi,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh agar gangguan distribusi tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian.

Meski demikian, Bobby menyebut persoalan terkait perekrutan maupun pemberhentian pengemudi merupakan urusan internal perusahaan yang menjadi kewenangan Pertamina.

“Soal perekrutan atau pemberhentian pengemudi itu ranah internal mereka. Yang terpenting bagi kami, jangan sampai persoalan internal tersebut berdampak kepada masyarakat Sumatera Utara,” tegasnya.

Bobby juga menyayangkan tidak adanya informasi lebih awal terkait potensi gangguan distribusi BBM. Menurutnya, jika pemerintah daerah diberi informasi sejak awal, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada persoalan operasional seperti ini seharusnya disampaikan lebih awal kepada pemerintah daerah. Kalau memang ada yang bisa kami bantu, tentu akan kami bantu sejak awal,” katanya.

Terkait pasokan BBM, Bobby memastikan stok yang tersedia tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, pasokan dari luar daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Stok aman. Pasokan juga tetap berjalan. Jadi persoalannya bukan pada ketersediaan BBM, tetapi pada distribusinya,” ujar Bobby.

Saat ini, Pemprov Sumut bersama Pertamina, TNI dan Polri masih terus berkoordinasi untuk menghitung kebutuhan personel yang diperlukan agar distribusi BBM ke seluruh SPBU dapat segera kembali normal.

“Kami siap mendukung sesuai kebutuhan yang disampaikan Pertamina. Yang penting masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag ESDM, Dedy Jaminsyah Putra Harahap mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Pemprov Sumut meminta agar distribusi BBM, baik subsidi (penugasan) maupun nonsubsidi, segera normal di SPBU-SPBU. Sehingga mobilisasi dan pergerakan masyarakat tidak terganggu signifikan.

“Masalah kesulitan BBM ini menjadi atensi serius Pak Gubernur Bobby karena sudah mengganggu aktivitas masyarakat. Atas arahan beliau, kita sudah koordinasi ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut,” ungkapnya secara terpisah.

Dari hasil koordinasi, kata Dedi Jaminsyah Harahap, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berupaya menormalkan distribusi BBM ke SPBU-SPBU sesegera mungkin.

“Pak Gubernur meminta dalam dua hari ini harus sudah normal, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen mengupayakannya secepat mungkin, sesegera mungkin,” kata Dedi.

Ditanya apa penyebab kesulitan masyarakat Sumut mendapatkan BBM di SPBU-SPBU, Dedi mengatakan karena kendala distribusi BBM dari fuel terminal ke SPBU.

“Informasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bahwa kendala distribusi itu, pada persoalan pembenahan manajemen supir armada di vendor-vendor resmi. Sekilas itu persoalannya,” jelas Dedi.

Sedangkan masalah ketersediaan (stok) BBM di wilayah Sumut, berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, sebut Dedi, dalam konsidi aman. “Stok ada, namun masalahnya adalah pada pengangkutan minyak dari terminal BBM ke SPBU-SPBU. Itu kendalanya,” tambah Dedi.

Begitu pun, lanjut Dedi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah armada pengangkutan untuk upaya pemenuhan permintaan BBM di SPBU-SPBU.

“Pak Gubernur menekankan agar masalah yang ada di internal Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama vendor, segera diselesaikan. Diminta diselesaikan dengan segera, masyarakat jangan jadi korban,” tambah Dedi. (Reza)