PT Bank Sumut resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
MEDAN, kaldera.id – PT Bank Sumut resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Sumut dan tiga Lembaga Pelatihan Kerja-Sending Organization (LPK-SO) di Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, Rabu (22/7/2026).
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian, mengatakan KUR PMI dihadirkan untuk membantu calon pekerja migran yang terkendala biaya selama proses persiapan keberangkatan.
“Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, tidak sedikit calon pekerja migran yang terkendala biaya pada masa persiapan keberangkatan. Melalui KUR PMI, Bank Sumut hadir memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau sehingga masyarakat dapat berangkat dengan lebih tenang dan terlindungi,” kata Sandhy.
Ia menjelaskan, KUR PMI dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pra-penempatan, seperti pelatihan, sertifikasi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen hingga biaya keberangkatan.
Program tersebut menawarkan bunga 6 persen efektif per tahun tanpa biaya administrasi dan provisi. Selain itu, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan.
Bank Sumut juga menyediakan fasilitas grace period atau masa tenggang pembayaran maksimal tiga bulan agar pekerja migran memiliki waktu beradaptasi sebelum mulai mencicil pinjaman.
Menurut Sandhy, pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui devisa yang dihasilkan setiap tahun. Karena itu, akses pembiayaan yang mudah dan legal menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan mereka sejak sebelum keberangkatan.
“Program ini bukan sekadar pembiayaan. Kami ingin menciptakan ekosistem yang memberikan kemudahan bagi calon pekerja migran Indonesia, mulai dari akses pembiayaan, proses pelatihan, hingga keberangkatan,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Bank Sumut menggandeng berbagai pihak, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta sejumlah LPK-SO.
Pada tahap awal, Bank Sumut memperoleh kuota penyaluran KUR PMI sebesar Rp15 miliar. Kuota tersebut diperkirakan dapat menjangkau sekitar 2.500 calon pekerja migran dan peserta magang asal Sumatera Utara yang akan bekerja di berbagai negara tujuan.
Sebagai langkah awal, Bank Sumut menandatangani kerja sama dengan tiga LPK-SO, yakni PT Aoki Mori Indonesia, Yayasan LPK Koufuku Daruma Indonesia, dan PT Gapindo Gemilang Prestasi Indonesia.
Melalui program ini, Bank Sumut berharap semakin banyak masyarakat Sumatera Utara yang dapat mengakses peluang kerja di luar negeri secara legal, aman, dan memiliki perlindungan pembiayaan yang memadai. (Reza)