ALTI Sumut Siapkan Roadmap ke PON 2028, Perkuat Seleksi Atlet dan SDM Juri Hakim-Pelatih

redaksi
27 Sep 2026 12:52
Medan News 0 12
4 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pengurus Provinsi Sumatera Utara Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) mulai mematangkan peta jalan pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah seleksi atlet PON yang ditargetkan mulai digelar pada Januari 2027. Selain menjaring atlet potensial, ALTI Sumut juga akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari pelatih hingga wasit dan juri melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat).

Rencana tersebut menjadi bagian dari hasil rapat konsolidasi dan koordinasi pengurus ALTI Sumut yang digelar di Medan, 24 September 2026. Pertemuan dipimpin Ketua ALTI Sumut, Hendry Wahyudi, dan dihadiri pengurus harian serta pembina organisasi.

Ketua Harian ALTI Sumut, Samsudin Tarigan, mengatakan persiapan menuju PON 2028 harus dilakukan sejak jauh hari dan disusun berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Technical Handbook (THB) PON.

Menurut dia, seleksi atlet tidak bisa dilakukan secara mendadak. Karena itu, ALTI Sumut menyiapkan lini masa pembinaan yang dimulai dengan persiapan SDM dan seleksi atlet pada awal 2027.

“Seleksi PON kita targetkan mulai Januari sampai Mei 2027. Setelah itu, atlet yang memenuhi kriteria akan diarahkan masuk Program Pembinaan Intensif atau PPI mulai Juni 2027,” kata Samsudin.

Selain atlet, Samsudin menilai kesiapan SDM pertandingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem lari trail di Sumatera Utara.

Karena itu, ALTI Sumut akan menyiapkan program diklat pelatih serta penataran race director dan wasit-juri lari trail. Penguatan SDM tersebut dinilai penting agar pelaksanaan kompetisi di daerah memiliki standar yang semakin baik sekaligus mendukung kebutuhan pembinaan atlet menuju PON.

“Jadi bukan hanya atlet yang kita persiapkan. Pelatih, wasit, juri dan perangkat pertandingan juga harus kita siapkan. Semua harus berjalan beriringan,” ujarnya.

*Target 20 Kabupaten/Kota*

Di sisi organisasi, ALTI Sumut memasang target membentuk kepengurusan ALTI di 20 kabupaten/kota pada 2027. Saat ini, sejumlah kepengurusan kabupaten/kota telah terbentuk. Namun, status keanggotaan dan keterhubungan dengan KONI di masing-masing daerah masih perlu ditindaklanjuti.

“Target kita pada 2027 ada 20 Pengkab/Pengkot ALTI di Sumatera Utara. Yang sudah terbentuk akan kita konsolidasikan kembali, termasuk memastikan administrasi dan keanggotaannya di KONI,” kata Samsudin.

Menurut dia, keberadaan kepengurusan di daerah bukan sekadar memperluas struktur organisasi. Pengkab/Pengkot ALTI nantinya diharapkan menjadi basis pembinaan atlet, penyelenggaraan event, sekaligus tempat menemukan bibit-bibit baru lari trail Sumatera Utara.

Pembina ALTI Sumut, Budi Syahputra, juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
Menurut Budi, momentum kegiatan ALTI dan agenda olahraga daerah dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan seluruh pengurus kabupaten/kota sekaligus menyamakan langkah pembinaan.

“Konsolidasi ini penting agar seluruh ALTI di Sumatera Utara memiliki arah yang sama. Kita tidak hanya berbicara soal event, juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan,” kata Budi.

Budi menambahkan percepatan persiapan penataran pelatih, race director, serta wasit dan juri lari trail. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM akan menjadi salah satu fondasi penting jika Sumatera Utara ingin menyiapkan atlet secara serius menuju PON 2028.

Selain pembinaan, ALTI Sumut juga mulai memikirkan pengembangan venue dan penyelenggaraan event lari trail. Sejumlah alternatif lokasi turut dibahas, termasuk kawasan sekitar Dispora dan Mess Dispora Siosar.

*Pendataan Atlet Diperkuat*

Sementara dalam arahannya, Ketua Pengprov ALTI Sumut Hendry Wahyudi mengatakan hasil rapat konsolidasi tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang lebih terukur.

Menurut Hendry, organisasi perlu memastikan seluruh potensi atlet lari trail di Sumatera Utara dapat terdata dengan baik.

“Potensi atlet kita harus dipetakan. Karena itu, pendataan ulang atlet-atlet potensial akan kita lakukan sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” kata Hendry.

Dia mengatakan pembinaan atlet juga harus berjalan seiring dengan penguatan organisasi di daerah. Semakin banyak Pengkab/Pengkot ALTI terbentuk, semakin besar pula ruang untuk menemukan dan mengembangkan atlet potensial.

Hendry juga menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengembangan olahraga lari trail, termasuk Trail Running Indonesia (TRI).

Di sisi lain, ALTI Sumut akan meningkatkan publikasi berbagai aktivitas organisasi melalui media sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan lari trail kepada masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem olahraga tersebut di Sumatera Utara.

“Dengan agenda seleksi atlet mulai Januari 2027, program pembinaan intensif, diklat pelatih serta wasit-juri, dan target pembentukan 20 Pengkab/Pengkot, ALTI Sumut mulai membangun fondasi persiapan PON 2028 secara lebih terstruktur,” pungkasnya. (efri s/red)