Seminar Internasional Islam Transitif, Dari Sosialisme Islam ke Total Produksi

Rektor UIN Sumut TGS, Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg.
Rektor UIN Sumut TGS, Prof.Dr. H.Saidurrahman, MAg.

MEDAN, kaldera.id – TGS Prof Dr KH Saidurrahman, MAg menyatakan sudah saatnya sosialisme Islam itu digerakkan menuju gerakan total produksi, sebab, aspek sosial inilah yang menjadikan Islam mampu menapak membentuk salah satu peradaban terbaik dunia.

Selanjutnya gerakan sosial Islam harus mampu menghasilkan gerakan produksi atau yang disebut dengan total produksi. Total produksi dapat berarti berada pada tahapan proses atau juga hasil. “Oleh karena itu, Islam transitif sebagaimana yang digagas Dr. Ansari ingin menegaskan akan keseimbangan dunia dengan akhirat dengan cara memproduksi, menghargai dan mendistribusi keselamatan, keamanan, kedamaian adalah sebuah keniscayaan,” ujar Rektor UIN Sumut TGS Prof Dr KH Saidurrahman, MAg dalam siaran pers yang diterima, Senin (3/2/2020).

Pernyataan ini disampaikan Saidurrahman pada acara Seminar Internasional Islam Transitif, di Hotel Garuda Plaza Medan.

Dijelaskan Rektor UIN Sumut ini, total produksi adalah cara untuk memperoleh kebahagiaan dan kenyamanan tidak boleh hanya dinikmati sendiri namun juga bagi semua orang.

“Nabi Muhammad berpesan sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia,” ujarnya.

Pada tahapan selanjutnya, jika sosialisme Islam adalah konsep besar yang menjadi misi Islam itu sendiri, dalam Islam transitif, konsep itu diejewantahkan dalam bentuk gerakan yang bersifat kolaboratif untuk menyatukan nilai nilai universal yang dapat diterima semua warna kulit dan bangsa.

Sedangkan misi besar Islam dengan cara tolong menolong seperti sebuah orkestra yang mana setiap pemain dengan berbagai macam alat musik bergerak sesuai dengan peran masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal atau tersinggung demi untuk melahirkan sebuah nada yang indah, damai dan inspiratif.

Gerakan Memakmurkan Bumi

Seminar Internasional Islam Transitif, UIN Sumut.
Seminar Internasional Islam Transitif, UIN Sumut.

Pada akhirnya, disampaikan Saidurrahman, pengejawantahan Islam untuk memakmurkan bumi (wasta’marakum fiha) dalam berbagai bentuk misi, teori dan aplikasi adalah hal yang harus terus dilakukan. Tidak ada satu detik dan satu jengkal tanahpun yang boleh terlewatkan tanpa seseorang secara sadar mengemban amanah sebagai khalifah.

Fungsi kekhalifahan itulah yang membuatkan harus terus bergerak secara total untuk memproduksi kebaikan kebaikan.

Imam Mazhab Islam Transitif Dr. Ansari Yamamah, MA pada kesempatan itu menegaskan, bahwa di era digitalisasi ini kita harus bisa menciotakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang, baik di bidang sains dan teknologi, pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya. Sehingga peradaban itu akan bisa kita ciptakan dengan gerakan total produksi. “Tanpa itu maka kita akan selalu tertinggal,” ujar Ansari Yamamah.(rel/f rozi)