Site icon Kaldera.id

Reformasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Mulai Didesak

Anggota Komisi II DPRD Medan mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Taufiq Ririansyah melakukan reformasi publik terkait peningkatan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyatakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan.

Anggota Komisi II DPRD Medan mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Taufiq Ririansyah melakukan reformasi publik terkait peningkatan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyatakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan.

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota Komisi II DPRD Medan mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Taufiq Ririansyah melakukan reformasi publik terkait peningkatan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyatakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan.

Sehingga citra buruk pelayanan puskesmas dan RS Pirngadi yang sempat melekat di masyarakat dapat dipulihkan ke depannya.

Desakan itu disampaikan sejumlah anggota dewan Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Kota Medan di Ruang Rapat Komisi, kemarin.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Sudari didampingi Sekretaris Komisi Dhiyaul Hayati bersama Haris Kelana Damanik, Afif Abdillah, Johannes Hutagalung dan Janses Simbolon. Hadir Kepala Dinkes Medan, Taufiq Ririansyah.

“Kadinkes harus mampu berinovasi lakukan perbaikan pelayanan kesehatan di Puskesmas,” cetus Haris Kelana Damanik saat mengikuti rapat.

Dikatakan Haris, selain pembenahan fasilitas Puskesmas, juga harus merubah pelayanan tata krama tenaga medis. “Cara komunikasi yang ramah kepada pasien. Penting perbaikan mental di Puskesmas,” tandas Haris Kelana.

Kritikan lain juga disampaikan anggota dewan lainnya yakni Afif Abdillah minta Kepala Dinkes mampu memberikan pelayanan prima di Puskesmas dan Rumah Sakit. “Pastikan perawat dengan ramah. Komunikatif dengan bahasa yang santun,” ujar Afif.

Ditambahkan, bagi tenaga medis yang ditempatkan di Puskesmas dipastikan sudah terlatih dan memiliki sertifikasi. Begitu juga untuk mendukung pelayanan prima maka disarankan setiap Puskesmas memiliki Call Center dan mengarah ke digital pelayanan.

Sedangkan anggota dewan lainnya Johannes Hutagalung menyoroti terkait SDM tenaga medis yang perlu ditingkatkan. “Yang pasti mulai tenaga medis dan pegawai lainnya harus mempelajari tentang psikologis. Sehingga antara pelayan dan yang dilayani dapat saling paham,” sebut Johannes.

Begitu juga dengan sorotan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi II Sudari ST menyebut kondisi pelayanan Puskesmas di Medan saat ini banyak yang tidak layak. Sudari minta Kepala Dinkes Taufiq Ririansyah supaya serius melakukan perubahan perbsikan.

“Petugas di Rumah Sakit Pirngadi dan Puskesmas banyak yang memberi pelayanan butuk krpada pasien. Jangan saat anggota dewan saja yang menghubungi terlihat humanis tapi harus lah kepada masyarakat juga,” pinta Sudari.

Selain itu Sudari mengingatkan Kadinkes supaya menindaklanjuti pembuatan dokumen AMDAL seluruh Puskesmas di Medan.

Menyikapi sorotan dewan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufiq Ririansyah mengatakan, terkait pelayanan tenaga medis di Puskesmas yang tidak humanis, saat ini pihaknya sudah mulai menerapkan 3 M yakni, senyum sapa dan sentuh. Kepada petugas nakes, dirinya tetap menekankan kepada petugas agat memperbaiki pelayanan dan meningkatkan etika.

Selain itu Taufiq mengatakan sudah menginstruksikan kepada setiap Puskesmas sudah mulai menerapkan sistem resepsionis. Hal itu guna menjembatani pasien dengan petugas. Taufiq juga mengatakan sedang menggalakkan pelatihan dan tata krama kepada semua petugas.(reza)

Exit mobile version