DOKUMEN- Foto Dokumentasi menunjukkan Gubsu Edy Rahmayadi hadir dalam Public Expose IPO PT Bank Sumut, Senin (9/1/2023). Bank Sumut menawarkan 2,9 miliar lembar saham ke publik lewat Bursa Efek Indonesia mulai 7 Februari 2023.(ist)
DOKUMEN- Foto Dokumentasi menunjukkan Gubsu Edy Rahmayadi hadir dalam Public Expose IPO PT Bank Sumut, Senin (9/1/2023). Bank Sumut menawarkan 2,9 miliar lembar saham ke publik lewat Bursa Efek Indonesia mulai 7 Februari 2023.(ist)

MEDAN, kaldera.id – PT Bank Sumut siap melantai di bursa efek Indonesia dengan melepas sekitar 2,9 miliar lembar saham. Diproyeksikan dari Initial Public Offering (IPO) ini, Bank Sumut bisa mendapatkan Rp1,4 triliun tambahan modal atau 23% dari modal yang dimiliki Bank Sumut.

“Hari ini kami telah melalui satu tahapan untuk melakukan IPO yakni public expose. Targetnya Bank Sumut sudah listing di Indonesian Stock Exchange pada 7 Februari 2023,” kata Plt Dirut PT Bank Sumut, Hadi Sucipto, dalam konferensi pers Due Diligence and Public Expose, Senin (9/1/2023).

Hadi mengatakan, dengan aset tumbuh Rp40 triliun dan laba tembus Rp700 miliar, tentu dana yang diperoleh dari IPO ini akan diperuntukkan memperkuat kapasitas Bank Sumut.

“IPO ini diharapkan juga memperkuat perputaran ekonomi di Sumatera Utara. Kemudian, bisa mengurangi ketergantungan PT Bank Sumut dari sumber dana yang berasal dari pemerintah daerah. Yang jelas, dengan IPO ini pengawasan terhadap Bank Sumut akan lebih luas, yakni para investor,” bebernya.

Plt Dirut PT Bank Sumut, Hadi Sucipto, saat memberikan keterangan pada wartawan.(kaldera/fr)
Plt Dirut PT Bank Sumut, Hadi Sucipto, saat memberikan keterangan pada wartawan.(kaldera/fr)

Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut, Eksir, menambahkan, IPO ini menurutnya bukan dalam konteks penambahan modal. Karena, sesuai aturan regulator modal Bank Sumut sudah lebih. “Tapi bagaimana agar perolehan IPO ini semakin menguatkan Bank Sumut,” bebernya.

Dalam IPO ini, Bank Sumut menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas sebagai joint lead underwriters.

Kevin Prahariawan, dari PT BRI Danareksa Sekuritas yang hadir dalam konferensi pers itu, menjelaskan adapun 2,9 miliar lembar saham itu akan memperbesar besar modal sebesar 23% bagi Bank Sumut. Harga yang ditawarkan antara Rp350 sampai Rp510 per lembar saham.

“80% dari hasil IPO itu akan digunakan untuk ekspansi kredit, kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumsi. Sisanya 20% untuk pengembangan kantor cabang, pengembangan teknologi untuk mendukung digitalisasi layanan perbankan Bank Sumut,” tukasnya.(f rozi/red)