Komisi 4 Minta Dinas SDABMBK Pastikan Semua Drainase Bebas Sampah dan Lumpur

redaksi
6 Jan 2026 11:20
Medan News 0 15
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota Komisi 4 DPRD Medan Lailatul Badri meminta Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (Dinas SDABMBK) Kota Medan dan jajaran menunjukkan kInerja serius dalam mengatasi persoalan banjir.

Salah satu penanganan dilakukan dengan memastikan tidak ada sampah maupun lumpur di seluruh drainase, parit maupun selokan lingkungan di Kota Medan. Hal ini sangat sederhana, tapi belum bisa dilakukan sepenuhnya.

“Pastikan dulu seluruh drainase yang ada di Kota Medan bersih dan lancar. Tidak ada sampah dan lumpur. Bila ini dilakukan genangan air akan cepat surut,” tegas Lailatul Badri saat rapat evaluasi triwulan ke IV dengan Dinas SDABMBK di Gedung dewan, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini, Pemko Medan selalu menggelontarkan anggaran sekitar Rp 1 Miliar setiap tahunnya untuk penanggulangan banjir.

Tetapi penggunaan anggaran sia sia karena faktanya banjir terus melanda Kota Medan dan sebentar saja hujan berdampak genangan air yang merendam pemukiman rumah warga.

Dikatakan Lela, hal itu dikarenakan parit/drainase tidak berfungsi. Parit dipenuhi lumpur, sampah dan semak belukar.

“Sistem drainase yang buruk, air tidak mengalir karena antara parit sekunder dan parit primer tidak terkoneksi, ” tegasnya.

Selama ini, pembangunan drainase dengan anggaran yang cukup tinggi dilakukan di beberapa titik dan kesan acak. Akibatnya terkesan sia sia karena saluran tidak tekoneksi. “Bahkan tingkat elevansi kemiringan aliran sungai dari hulu ke hilir sungai tidak bagus. Itu terbukti air tidak mengalir karena saluran tumpat,” tambahnya dengan nada kesal

Untuk itu di 2026 ini, Dinas SDABMBK Kota Medan harus menormalisasi seluruh drainase dan sungai yang ada di Kota Medan. “Pastikan seluruh parit bebas air mengalir. Dan tentu parit sekunder dan primer saling terkoneksi,” ujarnya lagi.

Masih menurut Lela asal politisi PKB itu, banyak pembangunan untuk penanggulangan banjir terkesan sia sia karena tidak difungsikan maksimal. Seperti pembangunan kolam retensi di Martubung.

Menurut peninjauan yang telah dilakukan disana tampak saluran parit menuju kolam dan pembuangan terlalu kecil. Sehingga air tidak mengalir secara normal.

“Ada pembangunan parit yang kurang tepat disana. Itu perlu diperbaiki untuk memaksimalkan fungsi kolam retensi tersebut,” pungkasnya.

Menanggapi kritikan tersebut, Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Gibson Panjaitan didampingi Sekretaris Willy menyambut baik saran yang disampaikan dewan. Pihaknya pun akan menormalisasi sungai hingga peninggian tanggul di sejumlah titik rawan genangan.

Gibson mengaku akan terus melakukan kordinasi dengan pihak BBWS terkait normalisasi selulur sungai di Kota Medan. (Reza)