Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
MEDAN, kaldera.id – Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan belum mampu bertahan dan terhenti di tengah jalan.
Lemahnya perencanaan hingga strategi pemasaran menjadi penyebab utama.
Hal itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat membuka pelatihan digitalisasi UMKM di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, fenomena UMKM yang tumbuh namun cepat berhenti bukan lagi hal baru. Persoalan mendasar terletak pada ketidaksiapan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara menyeluruh.
“Banyak yang mulai usaha, tapi tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Masalahnya ada di perencanaan, strategi pemasaran, hingga belum memahami pasar,” ujar Rico.
Ia menegaskan, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk. Mereka dituntut memahami rantai bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari penentuan produk hingga teknik pemasaran yang tepat.
Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen yang kini serba digital dinilai belum dimanfaatkan maksimal oleh pelaku UMKM. Padahal, ruang digital menjadi pasar potensial yang terus berkembang.
“Sekarang hampir semua aktivitas ada di gadget. Artinya, UMKM harus masuk ke sana. Digital marketing jadi kunci,” tegasnya.
Rico juga mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar UMKM benar-benar berkembang.
Pemko Medan, kata dia,
akan menyiapkan inkubasi dan kurasi pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi untuk didorong naik kelas.
“Harus ada tindak lanjut. Kita siapkan inkubator, kita kurasi, lalu kita dorong sampai benar-benar berkembang,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelaku UMKM mempresentasikan produknya, mulai dari olahan ikan teri, stik kentang rumahan, bawang goreng hingga keripik sambal.
Rico menilai produk lokal memiliki nilai jual, namun masih lemah dalam pengemasan dan pemasaran.
“Produk kita sebenarnya punya nilai. Tinggal bagaimana dikemas dan dipasarkan dengan baik,” ujarnya.
Pelatihan yang diikuti 100 pelaku UMKM ini juga menghadirkan materi pemanfaatan platform digital untuk promosi produk.
Pemerintah Kota Medan menargetkan penguatan digitalisasi menjadi langkah konkret agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (Reza)