Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong percepatan revitalisasi Stadion Teladan dengan menerapkan sistem kerja tiga shift guna mengejar target penyelesaian pada pertengahan Mei 2026.
MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong percepatan revitalisasi Stadion Teladan dengan menerapkan sistem kerja tiga shift guna mengejar target penyelesaian pada pertengahan Mei 2026.
Menurut Bobby, kunci percepatan proyek saat ini terletak pada ketersediaan tenaga kerja (man power). Ia menilai penambahan shift menjadi langkah realistis mengingat fasilitas pendukung sudah memadai.
“Sudah dua shift kerja, kalau perlu jadi tiga shift. Lampu sudah tersedia, jadi secara teknis tidak ada masalah untuk kerja sampai malam,” ujar Bobby kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, tidak ada lagi alasan untuk tidak memaksimalkan pengerjaan proyek tersebut, mengingat target waktu yang semakin dekat serta kesiapan sarana pendukung.
Bobby juga mengusulkan penambahan jumlah tenaga kerja secara signifikan. Saat ini, jumlah pekerja sekitar 120 orang dan dinilai masih kurang untuk mengejar target.
“Kalau bisa ditambah jadi 300 orang. Ini tinggal mau atau tidak saja. Perlengkapan seperti gawang dan rumput juga sudah siap,” tegasnya.
Selain itu, Bobby meminta sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat progres pembangunan.
Meski optimistis proyek dapat selesai tepat waktu, Bobby mengaku telah menyiapkan opsi alternatif jika target tidak tercapai. Salah satunya adalah penggunaan Stadion Mini Pancing sebagai lokasi cadangan.
“Kalau pun tidak selesai, opsi sudah ada. Stadion Mini Pancing tinggal penambahan lampu dan fasilitas pendukung seperti ruang ganti,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, membuka peluang penambahan tenaga kerja guna mempercepat pembangunan.
“InsyaAllah kita tambah,” ujarnya singkat.
Rico juga mengungkapkan, saat ini pengerjaan proyek belum dilakukan selama 24 jam penuh.
Aktivitas konstruksi masih berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
“Belum 24 jam, masih sampai jam 1 malam,” katanya.
Ia menambahkan, selain mengejar target waktu, aspek keamanan bangunan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan stadion tersebut.
“Yang penting bagaimana keamanan gedung ini bisa benar-benar terjamin,” tutupnya. (Reza)