HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir

redaksi
26 Apr 2026 18:46
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan kesiapsiagaan bencana harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar seremonial, saat memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Medan Maimun, Minggu (26/4/2026).

Dalam amanatnya, Zakiyuddin menyoroti banjir besar yang terjadi pada November 2025 dan pola berulang pada 2024 sebagai peringatan serius bagi Kota Medan.

“Kita harus belajar. Dari tiga provinsi terdampak, hanya Medan yang terendam. Artinya ada masalah pada sistem aliran sungai,” ujarnya.

Ia menyebut persoalan utama meliputi drainase tersumbat, parit tidak berfungsi, serta aliran sungai yang terganggu, termasuk kemungkinan pengaruh dari wilayah hulu.

Zakiyuddin menekankan peran penting kepala lingkungan (kepling) dalam edukasi kebencanaan. Menurutnya, kepling paling memahami kondisi riil wilayah dan harus aktif menyampaikan mitigasi kepada warga.

Selain itu, ia mendorong penerapan sistem peringatan dini sederhana seperti kentongan atau sirene. Pada apel tersebut, pemukulan kentongan dilakukan serentak sebagai simbol kesiapsiagaan.

“Setiap lingkungan harus punya alat peringatan. Bisa kentongan atau pengeras suara masjid, agar warga cepat tahu jika bencana datang,” katanya.

Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat, terutama kebiasaan membuang sampah ke sungai dan parit yang memperparah banjir, serta keberadaan bangunan liar di bantaran sungai.

“Kalau parit tersumbat, air tidak akan mengalir. Ini harus jadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Zakiyuddin berharap peringatan HKB menjadi momentum edukasi massal dan pembenahan serius agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Sementara itu, Kepala BPBD Medan Yunita Sari menyampaikan HKB 2026 mengusung tema “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.

Peringatan tahun ini tidak hanya berupa apel, tetapi juga diisi aksi nyata seperti gotong royong pembersihan Sungai Deli guna meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap mitigasi bencana. (Reza)