Laga Pembuka Grup C, Brasil-Moroko Bakal Sajikan Duel Panas

redaksi
13 Jun 2026 11:23
Medan News 0 76
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Jika ada pertandingan fase grup yang layak disebut laga penyisihan rasa final, maka duel Brasil kontra Maroko di Grup C Piala Dunia 2026 adalah salah satunya.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu (14/6/2026) WIB itu mempertemukan dua tim yang sama-sama datang dengan ambisi besar.

Brasil tetap membawa status sebagai salah satu favorit juara. Namun kali ini Selecao tidak menghadapi lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Maroko datang dengan reputasi baru sebagai kekuatan dunia yang telah mengubah cara pandang publik terhadap sepak bola Afrika.

Tim asuhan Carlo Ancelotti memasuki turnamen dengan ekspektasi tinggi. Pelatih asal Italia tersebut ditunjuk untuk mengakhiri penantian panjang Brasil yang terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002.

Meski kehilangan Neymar akibat cedera, Brasil masih memiliki kedalaman skuad yang menakutkan. Vinicius Junior diprediksi menjadi tumpuan utama serangan bersama Raphinha dan para pemain kreatif di lini tengah.

Ancelotti diperkirakan akan menguasai permainan melalui dominasi bola dan serangan dari kedua sisi lapangan. Kecepatan Vinicius dan kemampuan Raphinha menciptakan peluang menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, Maroko datang tanpa beban. Namun bukan berarti mereka datang sebagai tim pelengkap. Singa Atlas telah membuktikan kualitasnya dalam beberapa tahun terakhir dengan konsisten bersaing melawan tim-tim elite dunia.

Pelatih Mohamed Ouahbi diprediksi tetap mempertahankan identitas permainan Maroko yang disiplin dalam bertahan dan berbahaya saat melakukan transisi cepat. Kehadiran Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat dan Brahim Diaz membuat Maroko memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan Brasil.

Maroko kemungkinan tidak akan meladeni permainan terbuka Brasil. Mereka diperkirakan lebih banyak menunggu di area sendiri sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui sisi sayap yang menjadi kekuatan utama tim Afrika tersebut.

Pertarungan lini tengah diyakini menjadi penentu hasil pertandingan. Jika Brasil mampu mengontrol tempo sejak awal, peluang mereka untuk mendominasi laga akan semakin besar. Sebaliknya, apabila Maroko berhasil memaksa permainan menjadi lebih fisik dan memutus aliran bola ke lini depan Brasil, peluang kejutan terbuka lebar.

Secara kualitas individu dan pengalaman tampil di level tertinggi, Brasil masih sedikit lebih unggul. Namun perbedaan kekuatan kedua tim tidak lagi sejauh beberapa tahun lalu.

Laga ini diperkirakan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Brasil kemungkinan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Maroko mengandalkan organisasi permainan dan efektivitas serangan balik. (Reza)