Dari Sampah Jadi Bernilai, Investor China Siapkan Industri Daur Ulang di Deli Serdang

redaksi
19 Sep 2026 19:44
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

DELI SERDANG, kaldera.id – Kabupaten Deli Serdang kembali dilirik investor asing. Kali ini, investor asal China menjajaki pengembangan industri daur ulang, termasuk pengolahan sampah elektronik menjadi produk bernilai ekonomi yang berpotensi menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja.

Rencana investasi tersebut dibahas dalam audiensi antara investor dengan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo di Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (18/9/2026).

Bupati Asri Ludin mengatakan Deli Serdang memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga dengan dukungan infrastruktur, konektivitas, serta kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang bagi investasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Deli Serdang terus membuka ruang bagi investasi yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penjajakan industri daur ulang bersama investor asal China,” kata Asri.

Menurutnya, investasi yang masuk tidak hanya diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Peluang membuka ribuan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, namun tetap sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyebut Deli Serdang saat ini memiliki lebih dari 400 pabrik yang beroperasi. Dengan luas wilayah dan dukungan akses transportasi yang baik, peluang pengembangan sektor industri masih sangat terbuka.

“Kehadiran bapak menjadi peluang bagi tumbuhnya industri di Deli Serdang yang bermanfaat bagi perluasan akses kesempatan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah,” ujar Lom Lom.

Sementara itu, juru bicara investor, Siswanto, mengatakan ketertarikan investor China berinvestasi di Deli Serdang didorong oleh potensi wilayah serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dunia usaha.

“Ada banyak proyek yang mau dijalankan. Sebagian besar mereka fokusnya ke daur ulang. Mereka ingin mengelola sampah elektronik menjadi sesuatu yang berharga,” katanya.

Menurut Siswanto, salah satu pabrik yang direncanakan menggunakan sistem produksi manual sehingga berpotensi menyerap antara 5.000 hingga 10.000 tenaga kerja.

“Selain karena wilayah dan konektivitas, para investor tertarik ke Deli Serdang karena komitmen Bupati dan Wakil Bupati yang memberikan kemudahan terhadap investasi,” ujarnya. (Reza)